Misteri Penemuan Kalung Amalia Ungkap Perlawanan Saat Dibunuh

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 08 Oktober 2021 14:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 08 525 2483296 misteri-penemuan-kalung-amalia-ungkap-perlawanan-saat-dibunuh-Dman8lpji2.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Misteri penemuan kalung milik korban pembunuhan ibu dan anak di Subang, Amalia Mustika Ratu menguak bukti baru bahwa adanya perlawanan korban sebelum diletakkan di dalam bagasi mobil Alphard.

Kalung milik Amalia ditemukan polisi tercecer di bagian luar rumah. Keberadaan kalung milik Amalia menguak fakta bahwa diduga jasad korban diseret dari pintu belakang rumah menuju garasi mobil.

Kemudian ditemukan jejak darah seperti bekas tubuh diseret di sepanjang area pintu belakang rumah menuju garasi. Kalung Amalia ditemukan di antara jejak darah dan bekas tubuh diseret tersebut

Tuti Suhartini (55) dan Amalia diketahui ditemukan tidak bernyawa bertumpuk dan tanpa busana dalam mobil Alphard yang terparkir di halaman rumah pada 18 Agustus 2021.

Polisi sebelumnya kembali membongkar makam keduanya untuk melakukan autopsi kepada kedua jenazah. Hasil autopsi ulang membuktikan adanya perbedaan terhadap penyelidikan terkait luka di tubuh terutama penyebab asli kematian.

Baca juga: Tabir Misteri Pembunuhan Subang Mulai Terkuak, Polisi Bicara Hasil Autopsi Tuti dan Amalia

Autopsi sudah dilakukan di TPU Istuning, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Sabtu 2 Oktober 2021 sore. Hingga saat ini, polisi belum bisa mengungkap pelaku pembunuhan Tuti dan Amalia.

Polres Subang mendapat bantuan dari Polda Jabar dan Bareskrim Mabes Polri. Tim gabungan Mabes Polri, Polda Jabar, dan Polres Subang juga yang mengautopsi ulang jenazah Tuti dan Amalia.

Baca juga: Kasus Pembunuhan di Subang, Usai Diperiksa Polisi 3 Kakak Tuti Bungkam

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Erdi A Chaniago, memaparkan hasil dari autopsi ulang itu nantinya akan menjadi petunjuk untuk mengungkap pelaku.

“Kita lakukan autopsi lagi, karena kita sedang mencari kesesuaian antara bukti dan petunjuk yang telah kita temukan yang baru dengan penyebab kematian," ujar Kombes Pol Erdi A Chaniago.

Kendati demikian, Erdi tidak bisa menerangkan hasil autopsi tersebut ke awak media. "Enggak, enggak bisa (dipublikasikan), hanya untuk kepentingan penyidik," ujarnya.

Erdi melanjutkan, timnya berharap bahwa autopsi bisa memberi petunjuk baru terkait penyebab luka pada tubuh korban sebelum meninggal dunia. Dalam proses autopsi tersebut, tim forensik menelisik dan memastikan luka serta penyebab kematian kedua korban.

Baca juga: Sadis! Pelaku Habisi Nyawa Tuti saat Tidur dengan Penggilasan, Amalia Melawan

Dari hasil autopsi ini juga kata Erdi, polisi dapat mengetahui adanya perlawanan atau tidak, serta waktu kematian korban. Tidak hanya itu, hasil dari forensik menunjukan bahwa barang bukti benda atau alat yang digunakan pelaku saat mengeksekusi korban.

Tim forensik juga menelisik apakah alat tersebut berasal dari benda tumpul atau benda tajam. Pihak kepolisian sendiri menduga alat yang digunakan pelaku untuk membunuh Tuti dan Amalia diduga berasal dari benda tumpul, tepatnya papan penggilasan untuk mencuci pakaian.

Baca juga: Temukan Titik Terang, Ahli Forensik Yakin Polisi Tangkap Pembunuh Tuti dan Amalia

Kapolres Subang AKBP Sumarni menjelaskan, pelaku memukul korban hingga tewas menggunakan papan penggilasan untuk mencuci baju. Papan penggilasan yang diduga untuk mengeksekusi korban itu terbuat dari kayu.

Lebih lanjut, dugaan itu ditemukan dari TKP, di mana petugas menemukan papan penggilasan yang berlumuran darah. Sumarni juga memberi hipotesis bahwa korban Tuti dipukul saat sedang tidur.

Hal ini karena melihat di tubuh korban tidak ada tanda perlawanan atau tanda-tanda kekerasan. Namun, berbeda halnya dengan Amalia yang diduga sempat memberikan perlawanan.

Baca juga: Terungkap! Temuan Baru Mengarah Senjata Pelaku untuk Membunuh Tuti dan Amalia

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini