Dewan HAM PBB: Lingkungan Bersih dan Sehat Adalah HAM

Vanessa Nathania, Okezone · Sabtu 09 Oktober 2021 15:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 09 18 2483761 dewan-ham-pbb-lingkungan-bersih-dan-sehat-adalah-ham-wB9j6vWjhX.jpg Kepala Dewan HAM PBB Michelle Bachelet (Foto: CNN)

NEW YORK - Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) mengakui untuk pertama kalinya pada Jumat (8/10) jika akses ke lingkungan yang aman, bersih, sehat dan berkelanjutan adalah hak dasar asasi manusia (HAM).

Menurut sebuah siaran pers, terlepas dari kritik beberapa negara, termasuk Amerika Serikat (AS) dan Inggris, menjelang sesi UNHCR, resolusi baru - yang diusulkan oleh Kosta Rika, Maladewa, Maroko, Slovenia dan Swiss - disahkan dengan dukungan yang signifikan dari 43 suara. Sedangkan Rusia, India, China, dan Jepang bersikap netral.

Pemungutan suara - yang dilakukan beberapa minggu sebelum KTT COP26 yang penting di Glasgow, Skotlandia - juga menciptakan peran “Pelapor Khusus” untuk mengatasi dampak hak asasi manusia dari perubahan iklim.

Menurut definisi dari organisasi antar pemerintah pelapor khusus adalah pakar hak asasi manusia independen dengan mandat untuk melaporkan dan memberi nasihat tentang hak asasi manusia dari perspektif tematik atau spesifik negara.

(Baca juga: Dewan HAM PBB Setuju Tingkatkan Pengawasan terhadap Sri Lanka)

Kepala Dewan HAM PBB, Michelle Bachelet mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa "mengakui hak asasi manusia atas lingkungan yang bersih, sehat dan berkelanjutan adalah tentang melindungi manusia dan planet -- udara yang kita hirup, air yang kita minum, makanan yang kita makan."

Bachelet menambahkan dia merasa bersyukur keputusan itu dengan jelas mengakui degradasi lingkungan dan perubahan iklim sebagai krisis hak asasi manusia yang saling terkait.

(Baca juga: Dewan HAM PBB: 18 Tewas dalam Kerusuhan di Myanmar)

"Tindakan berani, saat ini diperlukan untuk memastikan resolusi tentang hak atas lingkungan yang sehat ini berfungsi sebagai batu loncatan untuk mendorong kebijakan ekonomi, sosial, dan lingkungan yang transformatif yang akan melindungi manusia dan alam,” terangnya.

Siaran pers tersebut menjelaskan pemungutan suara itu "mengakui kerusakan yang ditimbulkan oleh perubahan iklim dan perusakan lingkungan pada jutaan orang di seluruh dunia.”.

"Ini juga menggarisbawahi bahwa segmen populasi yang paling rentan terkena dampak lebih akut,” ujar laporan itu.

Yolande Wright, Direktur Global Kemiskinan Anak, Iklim dan Perkotaan di Save the Children, memuji resolusi itu dalam sebuah pernyataan. Dia mengatakan hal itu bisa memiliki "implikasi besar bagi hak-hak anak untuk masa depan yang aman dan berkelanjutan."

"Kedua resolusi yang diadopsi hari ini oleh Dewan Hak Asasi Manusia PBB menunjukkan bahwa akhirnya, orang-orang yang bertanggung jawab mendengarkan apa yang dikatakan anak-anak," ungkapnya.

"Anak-anak yang bekerja dengan kami semakin memberi tahu kami bahwa mereka ingin melihat lebih banyak tindakan dari para pemimpin untuk membatasi krisis ini,” lanjutnya.

Inger Andersen, direktur eksekutif Program Lingkungan PBB, juga menyambut baik resolusi tersebut, menyebutnya sebagai "momen terobosan untuk keadilan lingkungan."

"Keputusan, yang diambil hari ini di Jenewa, adalah perisai bagi individu dan masyarakat dari sejumlah besar risiko terhadap kesehatan dan mata pencaharian mereka. Pengakuan hak atas lingkungan yang sehat adalah tonggak bersejarah dalam pekerjaan berkelanjutan kami untuk keadilan sosial dan lingkungan,” terangnya dalam sebuah pernyataan.

"Ini adalah pesan untuk satu miliar anak yang berisiko sangat tinggi terhadap dampak perubahan iklim: lingkungan yang sehat adalah hak Anda. Tidak ada yang bisa mengambil alam, udara bersih dan air, atau iklim yang stabil dari Anda,” urainya.

Ini bukan pertama kalinya PBB didorong untuk memperluas mandat lembaganya untuk mengatasi perubahan iklim. Pada pertemuan Dewan Keamanan PBB pada 24 September lalu, Irlandia mengajukan proposal untuk menambahkan ancaman perubahan iklim ke dalam agenda rutin Dewan Keamanan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini