Dimediasi Polisi, Kasus Baku Hantam di Venue Tinju PON GOR Cenderawasih Berakhir Damai

Chanry Andrew S, iNews · Sabtu 09 Oktober 2021 05:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 09 340 2483615 dimediasi-polisi-kasus-baku-hantam-di-venue-tinju-pon-gor-cenderawasih-berakhir-damai-x8ms0bednF.jpg Mediasi kasus baku hantam di GOR Cenderawasih. (Foto: Andrew Chanry)

JAYAPURA - Insiden kericuhan berujung baku pukul dan penyerangan terhadap seorang atlet Tinju DKI Jiel Mandagie oleh sejumlah orang yang diduga merupakan oknum-oknum relawan PB PON XX dan beberapa penonton yang terjadi di venue tinju GOR Cenderawasih, Kota Jayapura, Jumat (9/10/2021) malam, berakhir damai di hadapan pihak kepolisian Polda Papua. 

Kejadian kericuhan berujung penyerangan terhadap seorang atlet tinju asal DKI Jakarta tersebut sebelumnya dilaporkan ke pihak Polda Papua oleh official tim tinju dan atlet.

Proses penyelesaian kasus itu sendiri dihadiri  langsung oleh Wakapolda Papua, Brigjen Eko Rudi Sudarto dan beberapa pejabat utama Polda Papua.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan relawan PON XX Papua Bobirus Yikwa mengatakan pihaknya mewakili para relawan PON yang bertugas di venue tinju menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas peristiwa kericuhan berujung penyerangan terhadap atlet tinju asal DKI, Jiel Mandagie. 

Bobirus Yikwa mengatakan pihaknya sangat menyesalkan terjadi peristiwa tersebut. Dirinya menyatakan bahwa atas kejadian itu, pihaknya telah bersepakat berdamai dengan kontingen tinju DKI Jakarta, dan meminta semua pihak untuk tidak terprovokasi atas peristiwa tersebut.  

"Saya mewakili rekan-rekan meminta maaf atas insiden yang terjadi pada sore hari ini di Gor Cendrawasih. Karena ini muncul sesaat, dan kami menyesal atas peristiwa tersebut. Kami telah sepakat berdamai dengan kontingen dari DKI Jakarta dan saling memaafkan. Selanjutnya kami meminta kepada semua pihak untuk tidak terprovokasi atas kejadian tersebut, untuk itu kami menyerukan’ kepada kita semua agar penyelenggaraan PON ke XX tetap berjalan aman dan lancar terkendali dan sukses PON,” ucap Bobirus Yikwa mewakili relawan PON XX Papua, Jumat (9/10/2021) malam tadi di Mapolda Papua.  

Baca juga: Tak Terima Keputusan Wasit, Atlet Tinju DKI Jakarta dan Relawan PON XX Papua 2021 Saling Baku Hantam

Sementara itu, perwakilan kontingen tinju DKI Jakarta, Viktor Petroes Wangelaha, di tempat yang sama  menyampaikan permohonan maaf atas kekhilafan atlet mereka yang menyebabkan terjadinya kesalahpahaman berujung kericuhan di arena Venue Tinju GOR Cenderawasih malam tadi. Kontingen tinju DKI Jakarta menurut Viktor, kontingen tinju DKI Jakarta telah bersepakat untuk berdamai dan mendukung kelanjutan gelaran pertandingan tinju pada PON XX terus berjalan.  

"Saya mewakili kontingen tinju dari Provinsi DKI Jakarta, meminta maaf atas kekhilafan, sehinggga terjadi insiden kesalahpahaman tadi sore di Gor Cendrawasih Kota Jayapura. Kami telah sepakat dan saling memaafkan dan kami mendukung, keberlanjutan pertandingan tinju, dan pertandingan lainnya di beberapa venue baik di Kota Jayapura Maupun Di 3 Kota Lainnya, mari kita sukseskan PON XX di Papua dengan menjunjung tinggi sportifitas. sukses PON, sukses kita semua,” kata Viktor.

Terkait insiden kericuhan berujung baku hantam dan penyerangan terhadap salah seorang atlet Tinju DKI, Wakapolda Papua, Brigjen Eko Rudi Sudarto mengatakan semua pihak harus menjunjung tinggi semangat sportifitas agar suasana harmoni tetap terjaga dmei suksesnya penyelenggaraan PON XX di tanah Papua. 

"Semangat sportifitas harus kita jaga. Baik, atlit, official, pelatih, relawan dan penonton. Diharapkan suasana menjadi Harmoni agar pelaksanaan PON XX Papua dapat diselenggarakan dengan sukses. Proses perjalanannya menang atau kalah itu hal yang biasa, tentu semua aspek sekarang sedang belajar, baik itu atlit, wasit dan penonton karena kita sedang berada di situasi yang tidak nomal yaitu kita masih berada di masa pandemi yang mengakibatkan kita di batasi dengan berbagai gerakan,” ucap Wakapolda. 

Lanjut Wakapolda, dirinya meminta kepada insan pers agar dapat memberikan informasi dan pemneritaan yang positif kepada masyakarat agar situasi Kamtibmas di tanah Papua selalu kondusif. Menurut Wakapolda, setelah dilakukan mediasi oleh kedua belah pihak yang mana pihak Kepolisian sebagai mediator, kedua belah pihak yang sebelumnya terlibat kericuhan sepakat untuk berdamai. 

"Kepada rekan-rekan media saya imbau untuk memberitakan hal-hal yang positif agar situasi di Tanah Papua ini tetap dalam keadaan aman dan kondusif. Setelah dilakukan mediasi antara kedua belah pihak, kedua belah pihak bersepakat untuk berdamai,” ujarnya. 

“Saya berpesan kepada masyarakat untuk bersemangat sportifitas harus kita jaga. Baik, atlit, official, pelatih, relawan dan penonton. Diharapkan suasana menjadi Harmoni agar pelaksanaan PON XX Papua dapat diselenggarakan dengan sukses,” jelas Wakapolda Papua.

Wakapolda Papua menambahkan bahwa proses perjalanannya menang atau kalah itu hal yang biasa, tentu semua aspek sekarang sedang belajar, baik itu atlit, wasit dan penonton karena kita sedang berada di situasi yang tidak nomal yaitu kita masih berada di masa pandemi yang mengakibatkan kita di batasi dengan berbagai gerakan.

“Kepada rekan-rekan media saya imbau untuk memberitakan hal-hal yang positif agar situasi di Tanah Papua ini tetap dalam keadaan aman dan kondusif,” tutup Wakapolda Papua.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini