Wanita Ini Hantam Kepala Teman Prianya Pakai Cobek dan Palu hingga Tewas

Era Neizma Wedya, iNews · Sabtu 09 Oktober 2021 13:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 09 610 2483723 wanita-ini-bunuh-hantam-kepala-teman-prianya-pakai-cobek-dan-palu-gegara-sering-dianiaya-QDjf4wsBZR.jpg Wanita ini bunuh teman prianya dengan menghantam kepala dengan cobek dan palu (Foto : MPI)

BANYUASIN - Seorang wanita di Kabupaten Banyuasin, Sumse, Nilawati (42), ditangkap polisi setelah memukul kepala teman prianya menggunakan cobek dan palu hingga tewas. Hal itu dilakukan lantaran korban sering menaganiaya wanita tersebut.

Kapolres Banyuasin, AKBP Imam Tarmudi, melalui Kasat Reskrim AKP M Ikang Ade Putra, mengatakan pelaku Nilawati ini sudah tinggal bersama dengan korban SN (44) selama sekitar 2 tahun tanpa ikatan pernikahan. Selama itu, Nilawati ini sering dianiaya korban.

Peristiwa ini sendiri terjadi Kamis (30/9/2021) lalu. Saat itu pelaku yang tinggal di rumah korban di Desa Keluang, Kecamatan Tungkal Ilir, minta diantarkan pulang ke rumahnya yang berada di Kecamatan Talang Kelapa.

"Pelaku ini tak tahan karena selalu dianiaya korban. Makanya minta diantar pulang," katanya, Jumat (8/10/2021).

Baca Juga : Deretan Kasus Pengasuh Aniaya Anak, Nomor 4 Bayi Ditengkurapkan sampai Tewas

Akan tetapi, koban SN jutru marah dan tidak setuju dengan permintaan Nilawati. Korban pun bahkan mengancam akan membunuhnya jika ia terus meminta pulang. "Pelaku yang kesal dan tertekan dengan acaman korban. Hingga membuatnya gelap mata," katanya.

Saat korban tertidur, Nilawati kemudian mengambil cobek dan langsung memukulkannya ke kepala korban. Setelah itu, ia juga menggunakan palu hingga membuat korban meninggal dunia.

Setelah itu, Nilawati berteriak histeris hingga membuat warga sekitar berdatangan dan melihat Nilawati sedang memegang palu yang berlumuran darah. "Warga pun melaporkan kasus ini ke polisi. Kemudian pelaku berhasil diamankan," katanya.

Meski sudah diamakan polisi, Nilawati tetap lebih banyak berdiam diri dan histeris. Oleh karena itu petugas akan memberikan pendampingan psikologis kepada yang bersangkautan.

"Mungkin karena beban ppsikis setelah membunuh itu. Makanya kita akan memberikan pendampingan untuk pemulihan kondisinya," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini