Satu Jembatan Rusak Akibat Banjir di Penajam Paser Utara

Tim Okezone, Okezone · Minggu 10 Oktober 2021 04:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 10 340 2483930 satu-jembatan-rusak-akibat-banjir-di-penajam-paser-utara-lyhpBEKgtK.jpg Jembatan rusak diterjang banjir di Penajam Paser Utara (Foto: BNPB)

JAKARTA - BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara mencatat satu jembatan rusak akibat banjir. Kerusakan yang dipicu peristiwa banjir tersebut terjadi di Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada Kamis 7 Oktober 2021.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan dua desa terdampak di kecamatan itu, di antaranya Desa Sumber Sari dan Gunung Mulia. Saat banjir terjadi ketinggian muka air antara 20 hingga 40 cm.

Pantauan BPBD menyebutkan tinggi muka air cenderung terus meningkat. Prakiraan cuaca dua hari ke depan menginformasikan wilayah Kecamatan Babulu masih berpotensi hujan ringan.

"Merespons hal tersebut, BPBD setempat mengimbau masyarakat dan perangkat daerah di kedua desa terdampak untuk tetap berhati-hati serta bersiaga dengan perlengkapan maupun peralatan jika sewaktu-waktu dibutuhkan evakuasi," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Minggu (10/10/2021).

Baca juga: Jembatan Gantung Rusak di Mamasa Viral, Ini Tanggapan Badan Pengawas Desa

Banjir di wilayah itu dipicu luapan dan kiriman air dari Kecamatan Longkali, Kabupaten Paser. Tinggi muka air teramati di wilayah perbatasan antara Desa Sumber Sari dan Desa Sebakung yang berada di Kabupaten Paser. Genangan sempat melebar ke wilayah Desa Gunung Mulia yang berada di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Baca juga: Viral, Aksi Nekat Warga Melintasi Jembatan Gantung Rusak di Mamasa Sulbar

Kajian inaRISK menunjukkan Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki potensi bahaya banjir dengan tingkat sedang sampai tinggi yang berdampak pada empat kecamatan. Keempat kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Babulu, Waru, Penajam dan Sepaku.

BNPB mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap ancaman potensi bencana hidrometeorologi dengan memantau informasi prakiraan cuaca dari BMKG dan kajian risiko bencana melalui inaRISK serta imbauan perangkat daerah setempat terkait kondisi wilayah dan upaya penanganan pra dan saat bencana yang akan dilakukan.

Baca juga: Jembatan Tak Kunjung Selesai, Warga Panggul Motor Seberangi Sungai

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini