Menlu RI Tandatangani Nota Kesepahaman antara Universitas Padjadjaran dan University of Belgrade

Dominique Hilvy Febiani, MNC Media · Senin 11 Oktober 2021 08:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 11 18 2484283 menlu-ri-tandatangani-nota-kesepahaman-antara-universitas-padjadjaran-dan-university-of-belgrade-tentang-kerja-sama-inkubasi-bisnis-dan-inovasi-LF1r1DQI1I.jpg Menlu RI Retno Marsudi (Foto: Tangkapan layar)

JAKARTAMenteri Luar Negeri RI, Retno L.P. Marsudi dan Menteri Luar Negeri Serbia, Nikola Selaković, menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Universitas Padjadjaran dan University of Belgrade mengenai Kerja Sama Inkubasi Bisnis dan Inovasi oleh Rektor University of Belgrade, Prof. Dr.Vladan Đokić dan Dubes RI Beograd yang secara simbolis mewakili Universitas Padjadjaran.

Dengan Nota Kesepahaman ini, Pemerintah RI berupaya untuk memberikan peluang bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Indonesia agar dapat memanfaatkan kesempatan di pasar Serbia dan Kawasan Balkan Barat.

 Penandatanganan kesepakatan ini seirig dengan pertemuan bilateral kedua negara yang membahas berbagai kerja sama bilateral pada Minggu (10/10/2021).Selain itu, kedua negara juga sepakat menandatangani Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama Peningkatan Kapasitas Diplomatik, yang bertujuan untuk memajukan pendidikan dan pelatihan bagi diplomat Indonesia dan Serbia.

(Baca juga: Indonesia-Serbia Sepakati Mutual Recognition Terhadap Sertifikat Vaksinasi antara Kedua Negara)

 Menlu RI berada di Beograd sebagai utusan khusus Presiden RI untuk menghadiri peringatan ke-60 tahun Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Gerakan Non-Blok (GNB). Momentum tersebut sangat penting bagi kedua negara mengingat keduanya termasuk negara pencetus berdirinya GNB.

Selain itu, pertemuan itu juga membahas Kesepakatan kedua negara untuk saling mengakui sertifikat vaksinasi yang diterbitkan oleh masing-masing negara.

(Baca juga: Menlu: Mitra Luar Negeri Apresiasi Peran Sentral Indonesia di Isu Myanmar)

“Kesepakatan kedua negara untuk saling mengakui sertifikat vaksinasi yang diterbitkan oleh masing-masing negara, sebagai langkah konkret dari upaya untuk menolak diskriminasi vaksin,” kata Menlu Retno dalam keterangan tertulisnya (10/10/2021).

Kedua Menlu juga membahas upaya percepatan pemulihan ekonomi melalui peningkatan kerja sama ekonomi, khususnya outbond dan inbound investment.

Menlu RI juga menyampaikan kepada Menlu Serbia mengenai inisiatif Indonesia untuk menominasikan arsip KTT I GNB pada program Memory of the World (MOW) UNESCO. Arsip KTT I GNB dinominasikan pada MOW karena memiliki signifikansi global terutama melalui peran dan kontribusi GNB dalam upaya mendorong perdamaian dan keamanan dunia serta mendorong kerja sama internasional dengan tetap menjunjung tinggi kemerdekaan dan kesetaraan.

Menlu Retno mengatakan, Serbia mendukung inisiatif Indonesia dan akan bekerja sama menggalang dukungan negara-negara lainnya agar arsip dimaksud dapat masuk dalam Memory of the World UNESCO.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini