Eks Pengawal Klaim Punya Bukti Presiden Ghani Kabur dari Afghanistan Bawa Tas Penuh Uang

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 11 Oktober 2021 10:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 11 18 2484333 eks-pengawal-klaim-punya-bukti-presiden-ghani-kabur-dari-afghanistan-bawa-tas-penuh-uang-QnrAfRYA0W.jpg Mantan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani. (Foto: Reuters)

KABUL – Seorang pria yang mengaku sebagai mantan pengawal Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengatakan kepada media bahwa dia memiliki rekaman kamera keamanan untuk membuktikan bahwa pemimpin yang didukung Amerika Serikat (AS) itu membawa tas berisi uang saat melarikan diri dari Afghanistan pada Agustus 2021. Bukti itu akan membantah pernyataan Ghani yang menyangkal dirinya membawa uang saat melarikan diri dari Taliban yang menguasai Afghanistan.

"Saya memiliki rekaman yang menunjukkan bahwa seorang individu di Bank Afghanistan membawa banyak uang kepada Ghani sebelum dia pergi," kata pria yang diidentifikasi oleh surat kabar Daily Mail Inggris sebagai Brigadir Jenderal Piraz Ata Sharifi pekan lalu.

BACA JUGA: Diplomat Tuduh Presiden Afghanistan Bawa Lari Rp2,4 Triliun Kas Negara

“Ratusan juta, mungkin miliaran dolar. Ada banyak tas besar, dan berat. Itu bukan nasi.”

Ghani dan keluarganya melarikan diri dari istana kepresidenan dan terbang ke Uni Emirat Arab pada 15 Agustus, saat gerilyawan Taliban memasuki Kabul.

Ketika dia akhirnya membuat pernyataan publik tiga hari kemudian, dia membantah laporan bahwa dia telah meninggalkan jabatannya dan membawa uang curian bersamanya. Ghani mengatakan bahwa dia meninggalkan Afghanistan hanya dengan pakaian di punggungnya untuk "menghindari pertumpahan darah" yang akan dihasilkan dari perebutan kekuasaan.

Pada September dia mengeluarkan pernyataan lain menegaskan penolakannya tentang isu tersebut, mengatakan bahwa tuduhan korupsi terhadapnya “sepenuhnya salah.”

BACA JUGA: Mantan Presiden Afghanistan Minta Maaf Usai Melarikan Diri, Bantah Bawa Kabur Uang Sebesar Rp2,4 Triliun

Kedutaan Besar Rusia di Kabul adalah yang pertama melaporkan bahwa Ghani meninggalkan negara itu dengan empat mobil dan satu helikopter penuh uang.

Juru Bicara Kedutaan Nikita Ishchenko mengatakan bahwa uang yang dibawa begitu banyak, sehingga beberapa tas harus ditinggalkan karena tidak muat di pesawat.

Kedutaan Besar Afghanistan di Tajikistan menuntut penangkapan Ghani, mengatakan dia mencuri USD169 juta (sekira Rp2,4 triliun) dari kas negara.

Sharifi mengatakan kepada Daily Mail bahwa dia pergi ke Kementerian Pertahanan Afghanistan pada 15 Agustus untuk sebuah pertemuan yang seharusnya dihadiri Ghani. Sebagai kepala bagian keamanan presiden, adalah tugasnya untuk melucuti para penjaga di kementerian untuk memastikan keselamatan Ghani. Tetapi sambil menunggu panglima datang, sang jenderal mendapat telepon yang menunjukkan bahwa Ghani malah pergi ke bandara.

VIP lainnya, seperti menteri pertahanan dan anggota rombongan Ghani, juga termasuk dalam evakuasi rahasia, tetapi Sharifi mengklaim bahwa dia tidak pernah diberi tahu tentang rencana pelarian itu.

“Mereka baru saja melarikan diri dan meninggalkan saya,” katanya.

Sharifi menduga bahwa uang yang dicuri oleh Ghani seharusnya digunakan untuk pasar pertukaran mata uang, namun malah diambil oleh sang presiden.

"Ghani pada akhirnya tahu apa yang akan terjadi, jadi dia mengambil semua uang itu dan melarikan diri," ujar Sharifi.

Meskipun mengatakan bahwa dia memiliki rekaman yang berpotensi memberatkan Ghani dan rekan-rekannya, Sharifi belum terburu-buru untuk merilisnya. Dia mengatakan bahwa dia akan mempublikasikan video itu begitu dia "di tempat yang aman" di tanah Inggris.

Namun, upaya sang jenderal untuk mendapatkan persetujuan untuk program pengungsi Afghanistan di negara itu sejauh ini tidak berhasil.

Sang jenderal mengatakan bahwa dia pikir dia memiliki calon sponsor militer Inggris di mantan perwira Artileri Kerajaan Johnny Mercer, sekarang seorang anggota parlemen, yang katanya membantu melatihnya. Tapi Mercer mengatakan kepada Daily Mail bahwa dia tidak mengenal Sharifi.

Saat ini, Sharifi dilaporkan bersembunyi di ruang bawah tanah di Afghanistan. Dia mengatakan dia dicari oleh Taliban, dengan kelompok militan menawarkan hadiah yang setara dengan hampir USD14.000 (sekira Rp198,8 juta) untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini