Pengangguran Ini Curi Kotak Amal Masjid untuk Nafkahi Keluarga

Antara, · Selasa 12 Oktober 2021 00:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 11 340 2484725 pengangguran-ini-curi-kotak-amal-masjid-untuk-nafkahi-keluarga-iA6BD2NbLz.jpg Illustrasi (foto: dok Sindo)

MAMUJU - Satuan Reserse Kriminal Polresta Mamuju, Polda Sulawesi Barat (Sulbar) menangkap seorang pelaku pencurian spesialis kotak amal masjid.

Kasat Reskrim Polresta Mamuju, AKP Pandu Arief Setiawan mengatakan, pelaku pencurian spesialis kotak amal masjid berinisial FJR (21), warga Kabupaten Majene itu, ditangkap saat melakukan aksinya di Masjid Nurul Muttahida, di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Mamuju.

"Memang benar, kami telah mengamankan seorang terduga pelaku pencurian uang spesialis kotak amal masjid. Pelaku ditangkap warga saat melakukan aksi pencurian kotak amal masjid Nurul Muttahida pada Sabtu (9/10) dini hari sekitar pukul 01.40 WITA," kata Pandu Arief Setiawan, Senin (11/10/2021).

Baca juga:  Pura-pura Beli Buah, Emak-Emak Terekam CCTV Curi Ponsel Pedagang

Ia menyampaikan, FJR kepergok penjaga masjid saat sedang beraksi mencongkel salah satu kotak amal di dalam Masjid Nurul Muttahida menggunakan obeng.

Baca juga:  Si Kancil Ditangkap Polisi Usai 24 Kali Mencuri Motor

Pelaku, kata Kasat Reskrim, masuk ke dalam masjid dengan cara mencongkel pintu masjid menggunakan linggis.

"Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku sudah beraksi di 15 masjid di Kabupaten Mamuju. Bahkan, pelaku sudah tiga kali melakukan pencurian uang di kotak amal Masjid Nurul Muttahida ini," ujarnya pula.

"Modus operandi yang digunakan pelaku, yakni berkeliling Mamuju untuk mencari masjid yang sepi untuk dijadikan sasaran. Pelaku beraksi antara pukul 01.00 hingga 03.00 WITA," kata Pandu Arief Setiawan.

Kepada polisi, FJR mengaku uang hasil mencuri kotak amal di sejumlah masjid itu mencapai Rp8 sampai Rp9 juta.

"Uang hasil pencurian dari kotak amal itu, sebagian digunakan untuk menafkahi istri dan sebagian dipakai tersangka sendiri untuk foya-foya," kata Pandu Arief Setiawan.

Pelaku, kata Pandu Arief Setiawan, telah ditetapkan tersangka dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

"Karena sudah berulang sehingga ancaman hukumannya bisa ditambah pemberatan sepertiga," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini