Disegel Satpol PP, Rumah Makan Sagu Tunggak Pajak Ratusan Juta Rupiah

Sholahudin, iNews · Senin 11 Oktober 2021 18:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 11 519 2484659 disegel-satpol-pp-rumah-makan-sagu-tunggak-pajak-ratusan-juta-rupiah-VhjjTr6T5Z.jpg Rumah makan Sagu di Mojokerto disegel Satpol PP (Foto: Sholahudin)

MOJOKERTO - Sebuah rumah makan di Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto disegel petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mojokerto Senin (11/10/2021) siang. Penyegelan dilakukan karena pemilik rumah makan menunggak pajak daerah hingga ratusan juta rupiah.

Petugas Satpol PP langsung mendatangi Rumah Makan Sagu di Desa Kemantren. Tiba di lokasi petugas langsung melakukan penyegelan di area rumah makan. Garis penyegelan dipasang pada bagian dapur, tempat lesehan dan kasir rumah makan.

Baca Juga:  PPKM Level 3 Diperpanjang, Kafe yang Buka hingga Larut Malam Bakal Ditindak

Selain itu, petugas juga meminta agar pemilik warung, Samsul Huda, warga Kabupaten Jombang untuk menghentikan operasional. Melihat rumah makannya disegel, pemilik hanya bisa pasrah dan kaget dengan tunggakan pajak yang mencapai Rp148 juta.

Penyegelan dilakukan petugas Satpol PP dan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Mojokerto karena dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan ada tunggakan pajak sebesar Rp174 juta.

Tunggakan ini temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan mulai tahun 2017 hingga awal September 2021. Pihak Satpol PP akan melepas segel dan mengizinkan beroperasi jika pemilik rumah makan melunasi tunggakan pajak tersebut.

Kabid Penegak Perundang-undangan Daerah Satpol PP Kabupaten Mojokerto Samsul Bahri mengatakan, pelanggaran ini rumah makan sagu, karena saat ini menunggak pajak ke Kabupaten Mojokerto Rp148 juta.

Setelah diproses di Bapenda dan kajian itu tidak signifkan dan diklarifikasi Satpol PP sebagai penegak perda dilakukan penutupan sementara. Jika nanti sudah lunas dan proses administrasi dilakukan bisa membuka kembali.

Baca Juga: Langgar Jam Operasional dan Ada Kerumunan, Kafe di Daan Mogot Ditindak

Namun, jika tidak segera melunasi, pihak Satpol PP dan Bapenda Kabupaten Mojokerto akan melimpahkan penagihan pajak ke penegak hukum utamanya Kejaksaan Negeri Mojokerto.

Sementara itu, Edy Waluyo perwakilan pemilik warung mengatakan, sejak adanya Covid-19 pengunjung rumah makan menurun. Namun, tagihan pajak tetap tinggi. Ia mengaku keberatan dengan alat khusus kit dan box yang dipasang oleh pihak Bapenda Kabupaten Mojokerto yang menyebabkan tunggakan pajak naik drastis hingga 1.000 persen per bulan.

Sementara pihak rumah makan tidak menarik pajak dari pembeli, karena rumah makan untuk kalangan menengah ke bawah.

"Saat pemasangan Chicken Box dari Bapenda kita tidak keberatan sejak di pasangan tagihan pajak kita membengkak rata-rata per bulan 1.000 persen Rp5 juta sampai Rp8 juta per bulan dari akumulasi itu sampai terkumpul Rp50 juta lebih itu kan tahun 2017 sampai 2020, namun alat itu tidak terpasang kita tetap bayar pajak juga," ujarnya.

Pihak rumah makan meminta keringanan dari Bapenda Kabupaten Mojokerto agar utang pajak segera terlunasi dan aktivitas rumah makan segera bisa beroperasi kembali.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini