Menolak Ditangkap Polisi, Pria Paruh Baya Naik ke Pohon dan Tak Turun Berhari-hari

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 12 Oktober 2021 12:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 12 18 2484992 menolak-ditangkap-polisi-pria-paruh-baya-naik-ke-pohon-dan-tak-turun-berhari-hari-0FO1av9TVH.jpg ilustrasi.

NEW YORK CITY - Seorang pria yang dituduh menyerang pacarnya dan mengancam akan membunuh ibunya di wilayah Queens New York, Amerika Serikat (AS) berada dalam situasi unik, yang melibatkan polisi dan kebuntuan panjang. Karena tidak ingin ditangkap, pria itu telah memanjat pohon di luar rumahnya dan menolak turun selama berhari.

Insiden itu dimulai pada Rabu (6/10/2021) sore, ketika polisi dilaporkan dipanggil ke rumah Roody Thomas, (44 tahun), karena gangguan rumah tangga, dimana Thomas diduga mengancam ibunya yang berusia 65 tahun.

BACA JUGA: Zebra Keluyuran di Jalan Raya Jadi Hiburan Pengendara, Serasa di Kebun Binatang

Thomas awalnya pergi ke atap rumahnya untuk menghindari penangkapan, kemudian melompat ke pohon setinggi sekira 9 meter di dekatnya ketika lebih banyak unit polisi tiba untuk mendesaknya agar menyerah.

Lebih dari dua hari kemudian, pria itu tetap berada di pohon, dengan jalan-jalan diblokir untuk lalu lintas ketika polisi, teman, dan tetangga mencoba tidak berhasil membujuknya turun, demikian diwartakan New York Daily News. Beberapa bahkan menawarinya bir agar dia mau turun dari pohon.

Tetangga yang dikutip Daily News mengatakan bahwa respons polisi terkait kejadian itu dinilai “berlebihan”. Tetangga itu mengatakan bahwa Thomas tidak mengancam siapa pun, mengabaikan tuduhan bahwa pria itu mengancam akan membunuh ibunya yang sudah lanjut usia.

BACA JUGA: Kapal Selam Nuklir AS Tabrak Objek Tak Dikenal di Laut China Selatan

Warga juga membela Thomas, menyebutnya sebagai pria yang tidak menyukai kekerasan, meskipun faktanya dia juga dicari karena meninju wajah pacarnya yang berusia 50 tahun.

Tetangga lain mengatakan kepada surat kabar bahwa polisi “menjadikan Thomas sebagai sandera”, menambahkan bahwa pria itu tidak melakukan apa-apa selain memanjat pohon rumahnya sendiri. Pandangan itu tampaknya mengabaikan fakta bahwa polisi berusaha menangkap Thomas karena penyerangan, bukan memanjat pohon.

Tersangka dilaporkan takut kembali ke penjara karena dia diduga dianiaya oleh petugas saat dipenjara pada 2012. Tetangga mengatakan dia sering memanjat pohon, yang berada di dekat rumah ibunya, tempat dia tinggal.

Pendeta Departemen Kepolisian New York Reba Perry, yang kebetulan tinggal di lingkungan yang sama, membenarkan pernyataan tersebut. "Ini adalah sesuatu yang dia lakukan secara teratur," kata Perry kepada afiliasi lokal ABC News, WABC-TV.

“Dia naik ke pohon. Bukan hal yang aneh baginya untuk berada di pohon. Dia dari Haiti. Mereka memanjat pohon,” ujar Perry.

Wartawan WABC-TV Stacey Sager mengatakan Thomas turun di tengah jalan pada Jumat (8/10/2021) sore untuk mengambil makanan yang dibawakan oleh polisi, lalu kembali ke tempat bertenggernya. Outlet itu mengatakan dia kemudian naik ke atap rumah ibunya dan melalui jendela, tetapi polisi dilaporkan masih menunggu dia untuk menyerah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini