Militer China Gelar Latihan Rebut Pantai di Tengah Ketegangan dengan Taiwan

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 12 Oktober 2021 13:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 12 18 2485027 militer-china-gelar-latihan-rebut-pantai-di-tengah-ketegangan-dengan-taiwan-ELA1Bgb5Hm.jpg Foto: PLA Daily.

BEIJING - Di tengah meningkatnya ketegangan dan perang retorika antara Beijing dan Taipei, militer China merilis video yang memperlihatkan pasukannya berlatih pendaratan dan pengambilalihan pantai dalam sebuah latihan militer baru-baru ini, tepat di seberang selat dari Taiwan.

Surat kabar Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) memposting video di akun Weibo-nya pada Senin (11/10/2021), menunjukkan tentara "dalam beberapa gelombang" berlatih "merebut pantai". Video tersebut menunjukkan tentara menyerbu pantai menggunakan perahu kecil, menerobos kawat berduri dan rintangan lainnya, menggali parit di gundukan pasir, dan berlatih bertarung melalui hutan.

BACA JUGA: Taiwan Akan Latih Pendeta Budha untuk Hadapi Invasi dari China

Menurut keterangan PLA, latihan itu dilakukan dalam beberapa hari terakhir di sebuah wilayah di provinsi Fujian, bagian terdekat dari daratan China ke Taiwan.

Fujian hanya berjarak 180 kilometer di seberang laut dari Taiwan, sebuah pulau yang dianggap China sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya, tetapi telah diperintah oleh kaum nasionalis yang mundur ke sana setelah kalah perang saudara dari Komunis pada 1949.

BACA JUGA: Taiwan: Hubungan dengan China Terburuk dalam 40 Tahun

Pada Minggu (10/11/2021), Taiwan mengadakan parade militer dalam perayaan Hari Nasional, memamerkan kendaraan lapis baja, jet tempur dan rudal. Presiden Tsai Ing-wen juga memberikan pidato, menyatakan bahwa “Tidak ada yang bisa memaksa Taiwan untuk mengambil jalan yang telah ditetapkan China untuk kita.”

“Semakin banyak yang kami capai, semakin besar tekanan yang kami hadapi dari China,” kata Tsai, menambahkan bahwa pulau itu “tidak akan bertindak gegabah”, tetapi tidak akan tunduk pada tekanan dari China.

Pernyataannya muncul setelah pidato oleh Presiden China Xi Jinping, yang bersumpah bahwa “tugas sejarah penyatuan kembali tanah air harus dipenuhi, dan pasti akan dipenuhi.” Xi juga menyebut “separatisme” Taiwan sebagai “hambatan terbesar untuk mencapai penyatuan kembali tanah air dan bahaya tersembunyi paling serius bagi peremajaan nasional.”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini