Sakit Hati karena Wanita, Malah Anak-Anak yang Dicabuli

Sony Hermawan, iNews · Selasa 12 Oktober 2021 22:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 12 519 2485367 sakit-hati-karena-wanita-malah-anak-anak-yang-dicabuli-nvKjcVhayC.jpg Pelaku pencabulan pada sejumlah anak di Surabaya ditangkap polisi (Foto: iNews)

SURABAYA - Lantaran sakit hati karena wanita, seorang pria di Surabaya berinisial AA melampiaskan nafsu bejatnya ke sejumlah bocah. Tercatat sudah lima korban yang melapor ke polisi dan diperkiraan jumlah korbannya bisa bertambah karena belum semua korban melaporkan aksi bejat pria tersebut ke polisi.

Perbuatan bejat pria berumur 51 tahun terbongkar saat korban mengadu ke ibunya dan dilaporkan ke polisi. Beruntung, polisi segera menangkap pelaku agar korbannya tidak terus bertambah.

Kini, AA telah ditangkap petugas Unit Perlindungan Perempuan Dan Anak (PPA), Satreskrim Polrestabes Surabaya setelah mencabuli 5 bocah di Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya. Menurut petugas, pria asal Gresik ini sehari-harinya tinggal menumpang di sebuah masjid di Kelurahan Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Surabaya.

Pelaku yang hingga kini berstatus lajang tersebut, kerap berbuat cabul kepada korbannya. “Hingga saat ini, polisi telah menerima laporan dari lima orang tua korban, diperkirakan jumlahnya masih akan bertambah,” kata Kompol Edy Herwiyanto, Waka Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Baca Juga : Kasus Dugaan Kekerasan Seksual 3 Anak di Luwu Timur Tetap Ditangani Polda Sulsel

Pelaku mengaku gemas melihat anak kecil sehingga timbul niat jahat untuk mencabuli korbannya. “Dari pengakuannya, pelaku juga dendam terhadap perempuan karena hatinya pernah dilukai,” ungkap Kompol Edy.

Hingga kini, polisi terus memeriksa pelaku dan juga telah menyita barang bukti di antaranya, pakaian yang digunakan para korban. “Dari pengakuan tersangka telah melancarkan aksi bejatnya sejak tahun 2020,” ujarnya.

Sementara di lokasi kejadian, tokoh masyarakat Asembagus yang juga Ketua Takmir Masjid setempat mengaku, yang bersangkutan memang kerap berbuat asusila kepada para bocah.

“Walau setiap hari menumpang tinggal di area masjid dan rajin beribadah, namun pelaku tidak tercatat sebagai takmir masjid,” kata Majid, tokoh masyarakat setempat.

Akibat perbuatan pelaku, seluruh korbannya mengalami traumatis, untuk memulihkan kondisi mental para korban mendapatkan pendampingan khusus dari petugas Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini