Heboh! Tarif Parkir di Wisata Lembang "Digetok" Rp150 Ribu

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Selasa 12 Oktober 2021 13:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 12 525 2485032 heboh-tarif-parkir-di-wisata-lembang-digetok-rp150-ribu-906pDTgCzm.jpg Tukang parkir yang getok tarif hingga Rp150 ribu di kawasan wisata Lembang (Foto: Agung Bakti Sarasa)

BANDUNG - Sebuah video yang memperlihatkan oknum warga yang menggetok tarif parkir bus hingga Rp150.000 di kawasan wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat viral di media sosial.

Dalam video, terlihat tiga orang oknum warga disorot kamera dengan narasi bahwa mereka mematok tarif parkir dengan harga selangit di sekitar kawasan wisata Farmhouse, Lembang.

"Nih gaes, izin melaporkan, ini masih ada beberapa parkiran di kawasan Farmhouse Lembang dengan tarif Rp150.000," ujar si perekam video sambil terus menyorot wajah oknum-oknum warga itu.

Baca Juga:  Tarif Parkir Rp60 Ribu/Jam Masih Usulan untuk Revisi Pergub

Berdasarkan informasi yang dihimpun, video tersebut diambil pada Minggu 10 Oktober 2021 lalu. Dalam video juga diperlihatkan bukti lembaran tiket bertuliskan 'Karcis Parkir Mobil' dan tulisan tangan '150.000'.

Beragam komentar warganet yang umumnya menyesalkan perilaku oknum warga itu pun bermunculan. Mereka dituding sebagai orang-orang malas yang bisa menyebabkan wisatawan enggan berkunjung ke kawasan wisata Lembang.

Menanggapi video viral tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik mengatakan, tarif parkir mahal akan memberikan kesan negatif kepada para wisatawan. Imbasnya, jumlah kunjungan pun menurun dan berdampak pada ekonomi masyarakat.

"Jika pengalamannya negatif, maka kunjungan juga bisa berkurang. Ini harus kita antisipasi bersama karena pariwisata ini akan merupakan salah satu sektor yang penting untuk kebangkitan ekonomi di masa pandemi Covid-19," ujar Dedi, Selasa (12/10/2021).

Baca Juga:  Viral Tarif Parkir Rp20 Ribu di Malioboro, Forpi: Jika Dibiarkan Coreng Citra Yogyakarta

Dedi mengakui, persoalan serupa juga banyak terjadi di daerah tujuan wisata di Jabar. Bahkan, dia pun pernah menemukan tarif parkir kendaraan sebesar Rp150.000 di salah satu objek wisata yang dikelola bersama dengan warga setempat di wilayah selatan Jabar.

"Ketika itu kita panggil pengelola, aparat keamanan desa, masyarakat, karang taruna. Kita tekankan kalau mau jualan di tempat wisata tidak boleh sampai mahal-mahal apalagi sampai malak, kita berikan teguran," tegasnya.

Dedi pun mengimbau agar para pengelola objek wisata dan warga bisa bersinergi serta saling mendukung, agar roda ekonomi terus berjalan di sektor pariwisata.

Terpisah, Kanit Intel Polsek Lembang, Iptu Dindin Sofian mengatakan, setelah video itu viral, pihaknya langsung melakukan penelusuran dan menangkap tiga pelaku parkir liar itu. Saat ini, ketiganya sudah diamankan dan telah dimintai keterangan.

"Jadi kronologinya melihat berita dari medsos ada video dari warga bahwa ada pungli tarif kendaraan di kawasan wisata Farmhouse. Selanjutnya, kita lakukan penyidikan dan (pelaku) sudah diamankan dan dimintai keterangan, termasuk yang mengunggah video tersebut," ujar Dindin.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku awalnya mempersilakan bus untuk parkir di lahan milik perorangan. Pelaku kemudian menyodorkan selembar tiket parkir dengan biaya Rp150.000.

"Alasannya (pelaku) itu uang untuk menjaga keamanan. Kemudian yang menggunggah video itu keberatan. Tiket parkirnya juga bukan milik pemda," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini