Keteguhan Raja Arab Saudi Salman, Hafal Quran di Usia 12 Tahun hingga Rela Tinggalkan Obama Demi Salat

Susi Susanti, Okezone · Rabu 13 Oktober 2021 12:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 13 18 2485591 keteguhan-raja-arab-saudi-salman-hafal-quran-di-usia-12-tahun-hingga-rela-tinggalkan-obama-demi-salat-gW2Fpmd3MN.jpg Raja Salman rela meninggalkan Presiden AS Barack Obama demi menunaikan salat Asar (Foto: Geo TV)

RIYADH – Keteguhan dan konsistens Raja Salman bin Abdulaziz menunaikan syariat agama Islam selalu dilakukannya dimanapun dia berada.

Raja Salman, yang dikenal karena kontribusinya dalam menghafal Al-Qur'an, intonasi dan bacaan, diketahui sudah menghafal seluruh Al-Qur'an saat dia baru berusia 12 tahun.

Raja Salman diproklamasikan sebagai Raja Arab Saudi ketujuh pada 23 Januari 2015 setelah kematian Raja Abdullah bin Abdulaziz.

Menurut pers lokal ummid.com, Raja Salman, lahir di Riyadh pada 5/10/1354 H bertepatan dengan 31 Desember 1935, menerima pendidikan awal di Sekolah Pangeran dan merayakan selesainya menghafal seluruh Quran pada Minggu, 12/8/1364. H.

Penghafal Al-Qur'an dipandang dengan kehormatan dan penghargaan tertinggi dalam masyarakat Muslim.

Setelah menyelesaikan hafalan Al-Qur'an, Raja Salman belajar agama dan ilmu pengetahuan modern di lembaga yang sama yang didirikan oleh ayahnya Raja Abdulaziz pada tahun 1356 untuk memberikan pendidikan bagi anak-anaknya.

(Baca juga: Raja Salman Berterima Kasih kepada Negara-Negara Muslim Dukung Upaya Haji Anti Virus Covid-19)

Sebagai presiden 'Prince Salman Prize for Quran Memorization’ untuk anak laki-laki dan perempuan di Arab Saudi, ia mendorong sesama warga untuk belajar dan menghafal Al-Qur'an.

Raja Salman juga diketahui sebagai seoang penganut setia Al-Qur'an. "Al-Qur'an adalah salah satu karunia besar yang dianugerahkan oleh Allah SWT kepada umat Islam, dan ketika kita mematuhi ajaran Al-Qur'an kita akan tetap dihormati. dan kuat, dan jika kita gagal melakukannya maka kita akan dipermalukan dan terpecah belah,” terangnya.

(Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Raja Salman Segera Kirim Pasokan Medis untuk Malaysia)

Keteguhannya menegakkan ajaran agama Islam juga diperlihatkan saat dirinya naik takhta Kerajaan. Dia mengejutkan orang-orang Saudi ketika dia mengelilingi Kakbah tanpa pengawal keamanan pribadinya. Sang Raja pun bisa menemui para tamu Allah di Makkah dengan leluasa tanpa batasan ketat.

Konsistensinya menjalankan syariat agama Islam pun terlihat saat Raja rela meninggalkan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama demi menunaikan salat Asar.

Saat itu diketahui, Obama mengunjungi Riyadh untuk menyampaikan belasungkawa setelah kematian ayah Raja Salman, Raja Abdullah.

Raja Salman memastikan bahwa pertemuan dengan orang paling berkuasa di dunia itu tidak menghentikannya untuk salat. Saat dia duduk bersama Obama dan mendengar azan Ashar, dia meninggalkan Obama sendirian untuk menunaikan ibdah salat.

Raja Salman juga memiliki minat yang besar dalam pekerjaan budaya dan kemanusiaan dan sejak 1376 AH, atau tahun 1956, ia telah memimpin sejumlah asosiasi, organisasi, dan komite utama pekerjaan amal di dalam kerajaan dan di luar negeri, dan mensponsori dan mendukung banyak proyek budaya.

Raja Salman adalah pendukung kuat filantropi di negara-negara Muslim miskin seperti Somalia, Sudan, Bangladesh, Afghanistan, dan Bosnia-Herzegovina.

Ia dianggap sebagai sosok yang cerdas dan pekerja keras serta menjadi mediator yang terpercaya dalam menyelesaikan konflik. Pemerintahannya di Provinsi Riyadh bebas korupsi.

Dia menjalin hubungan yang kuat dengan para pemimpin suku, ulama Islam, intelektual dan media.

Atas jasa kemanusiaannya, ia telah dianugerahi banyak medali dan penghargaan, termasuk penghargaan dari Bahrain, Bosnia dan Herzegovina, Prancis, Maroko, Palestina, Filipina, Senegal, Perserikatan Bangsa-Bangsa, Yaman, dan Medali Raja Abdulaziz – First Class.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini