Biaya Operasi Capai Rp100 Juta, Orangtua Bocah SD yang Koma Dianiaya Kakak Kelas Kebingungan

Era Neizma Wedya, iNews · Kamis 14 Oktober 2021 22:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 14 610 2486541 biaya-operasi-capai-rp100-juta-orangtua-bocah-sd-yang-koma-dianiaya-kakak-kelas-kebingungan-7YWw3qIdxA.JPG AKS kini koma di rumah sakit usai dianiaya oleh kakak kelas (Foto: MPI/Era)

MUSI RAWAS - Memasuki hari keempat AKS (12) berada di ruang ICU rumah sakit Dr Sobirin kota Lubuklinggau. Akibat penganiayaan yang dialaminya di sekolah. Dan kini pihak keluarga berharap agar anaknya segera bisa diberangkatkan ke Palembang untuk menjalani operasi, Kamis (14/10/2021)

Ibu korban Novita Wati (41) mengatakan ia dan keluarga saat ini hanya bisa menunggu kabar baik untuk anaknya agar bisa dioperasi di RS Palembang. Karena hingga hari ini belum bisa berangkat karena terkendala biaya yang sangat besar untuk operasi anaknya.

“Biaya operasi anak aku besak nian mba, sampe 100 juta dan duit darimano aku, sedangkan penghasilan aku cuman motong parah,” ungkapnya.

Dan ia juga sedikit lega ketika mendapat kabar pihak terkait dari Pemkab Musi Rawas akan melihat secara langsung kondisi anaknya. Ia berharap agar anaknya segera bisa diberangkatkan ke Palembang.

Baca Juga: Pelajar Kelas 5 SD Koma Usai Dikeroyok Kakak Kelas, Ngaku Sakit di Leher

Bupati Musi Rawas Hj. Ratna Mahmud mengatakan, ia baru tadi pagi mendapat kabar ada anak SD yang mengalami koma karena mengalami penganiayaan di sekolah, dan ia sudah memanggil pihak terkait, Kadisdik dan dari Polres Musi Rawas guna menanyakan kronologi kejadian itu.

“Ia kejadian itu aku baru dengar karena aku baru sampe malam tadi dari Palembang, nanti kita akan cek ke dinas pendidikan dan kita juga akan tanyakan ke pihak aparat, dan terkait biaya akan kita bantu,” katanya.

Ditambahkan Ratna, untuk biaya rumah sakit yang menjadi kendala akan ia koordinasikan dengan pihak rumah sakit Sobirin untuk langkah selanjutnya.

“Pokoknya untuk biayanya akan kita bantu dan saya akan sampaikan kepada dokter di Sobirin untuk ditangani secara maksimal,” jelas Ratna.

Sedangkan Kapolres Musi Rawas AKBP Efrannedy menjelaskan bahwa pihaknya sudah mendapat informasi terkait adanya anak sekolah dasar yang koma lantaran dianiaya oleh rekan-rekan sekolahnya, informasi sudah kami terima dari pihak Polsek yang selanjutnya ditindaklanjuti langsung oleh unit PPA Polres Musi Rawas.

Selain itu juga orangtua anak-anak yang melakukan perbuatan itu sudah dipanggil dan diberikan penjelasan oleh pihaknya. Dan semuanya kooperatif dan siap apabila sewaktu-waktu dimintai keterangan oleh unit PPA Polres Musi Rawas.

“Yang terpenting sekarang ini kita lebih mengutamakan untuk kesembuhan dan kesehatan anak tersebut, kami juga sangat menyayangkan bisa terjadi hal seperti ini diwilayah kami, tapi terkait hukum tetap harus ditegakkan, tapi sesuai dengan SOP penanganan pada anak,” katanya.

Ditambahkan Efrannedy secara resmi kemarin, Rabu (13/10/2021) pihak keluarga korban telah melapor ke Polres Musi Rawas. Dan tim juga sudah melakukan penyelidikan guna melengkapi berkas nantinya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini