Beirut Berubah Jadi 'Medan Perang' Setidaknya 6 Orang Tewas, Puluhan Luka-Luka

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 15 Oktober 2021 06:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 15 18 2486589 beirut-berubah-jadi-medan-perang-setidaknya-6-orang-tewas-puluhan-luka-luka-YwtkIC0Os5.jpg Tentara berpatroli setelah baku tembak di Beirut, Lebanon, 14 Oktober 2021. (Foto: Reuters)

BEIRUT - Ketegangan atas penyelidikan terkait ledakan besar yang mengguncang Beirut tahun lalu pada Kamis (14/10/2021) pecah menjadi kekerasan jalanan terburuk di Lebanon dalam lebih dari satu dekade. Pertempuran jalanan dan baku tembak menewaskan setidaknya enam warga Syiah, dan melukai 32 orang, menghidupkan kembali kenangan perang saudara Lebanon tahun 1975-1990.

Peluru memantul dari gedung-gedung dan orang-orang berlarian mencari perlindungan selama baku tembak yang berlangsung beberapa jam di lokasi yang dahulu menjadi garis depan di masa perang saudara. Di satu sekolah, guru menginstruksikan anak-anak kecil untuk berbaring telungkup di tanah dengan tangan di atas kepala, kata seorang saksi mata Reuters.

BACA JUGA: Peringati Satu Tahun Ledakan Pelabuhan Beirut, Ribuan Orang di Lebanon Gelar Demonstrasi

Hizbullah yang didukung Iran dan sekutunya, Gerakan Amal Syiah, menuduh Pasukan Lebanon (LF), sebuah partai Kristen yang memiliki hubungan dekat dengan Arab Saudi, menyerang para pendukungnya, yang berkumpul untuk menuntut pencopotan seorang hakim yang menyelidiki ledakan pelabuhan tahun lalu.

Menteri Dalam Negeri Bassam Mawlawi mengatakan penembak jitu telah melepaskan tembakan dan membidik kepala orang.

LF membantah terlibat dan mengutuk kekerasan dan balik menuding Hizbullah yang dianggap telah melakukan 'hasutan' terhadap Hakim Tarek Bitar, penyelidik utama ledakan pelabuhan, yang menewaskan 200 orang, melukai ribuan dan menghancurkan sebagian besar Beirut.

BACA JUGA: Bank Dunia: Krisis Lebanon Adalah yang Terburuk di Dunia Sejak 1850-an

Tentara awalnya mengatakan tembakan telah menargetkan pengunjuk rasa saat mereka melewati lingkaran lalu lintas Teyouneh yang memisahkan lingkungan Kristen dan Muslim Syiah. Kemudian dilaporkan terjadi "pertempuran dan baku tembak" ketika para pengunjuk rasa sedang dalam perjalanan menuju lokasi demonstrasi.

Insiden ini terjadi setelah peringatan berulang-ulang dari Hizbullah dan sekutunya bahwa melanjutkan penyelidikan Bitar akan memecah Lebanon. Kekerasan dapat menciptakan dalih untuk menutup atau mengesampingkan penyelidikan lebih lanjut atas ledakan tersebut.

Presiden Michel Aoun bersumpah bahwa mereka yang bertanggung jawab atas penembakan pada Kamis akan dimintai pertanggung jawaban. Dalam pidato yang disiarkan di televisi, Aoun mengatakan bahwa penggunaaan senjata sebagai “sarana komunikasi” antara faksi yang bersaing di Lebanon tidak dapat diterima.

Tentara dikerahkan secara besar-besaran di daerah sekitar Teyouneh dan mengatakan akan melepaskan tembakan ke setiap orang bersenjata di jalan. Setidaknya sembilan orang telah ditangkap pihak keamanan, termasuk seorang warga Suriah.

Kekerasan tersebut adalah yang terburuk sejak 2008, ketika para pengikut pemerintah yang dipimpin Sunni bertempur di Beirut dengan orang-orang bersenjata yang setia kepada Hizbullah. Hizbullah mengambil alih jalanan sampai pemerintah mencabut keputusan yang mempengaruhi kelompok tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini