Pakistan Airlines Tangguhkan Penerbangan ke Afghanistan karena Taliban, Ditodong di Bawah Senjata

Vanessa Nathania, Okezone · Jum'at 15 Oktober 2021 15:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 15 18 2486873 pakistan-airlines-tangguhkan-penerbangan-ke-afghanistan-karena-taliban-ditodong-di-bawah-senjata-0jAxJdPolz.jpg Pakistan Airlines menangguhkan penerbangan ke Afghanistan (Foto: CNN)

PAKISTAN - Pakistan International Airlines (PIA) mengumumkan pada Kamis (14/10) mereka menangguhkan penerbangan ke Afghanistan, karena hal yang dinyatakan sebagai kondisi yang tidak dapat diatasi terkait Taliban.

Maskapai itu mengatakan kondisi semakin memburuk sejak Taliban membentuk pemerintah Afghanistan yang baru pada lalu.

PIA mengatakan pihaknya dan posisi stafnya di Kabul diperlakukan dengan tidak profesional oleh komandan baru Taliban.

PIA menjelaskan para komanda Taliban telah mengubah peraturan dan izin penerbangan pada saat-saat terakhir atau memutuskan secara tiba-tiba ketimbang memenuhi peraturan internasional.

(Baca juga: Pesawat PIA Jatuh, 97 Orang Dipastikan Meninggal Dunia)

Pernyataan itu juga mengklaim bahwa perwakilan negara PIA ditodong di bawah todongan senjata selama berjam-jam ketika meninggalkan kompleks kedutaan Pakistan atas kecurigaan membantu dan bersekongkol dengan orang-orang yang berusaha melarikan diri dari Afghanistan.

PIA juga menuduh kementerian penerbangan Afghanistan memangkas setengah jumlah penumpang dari satu penerbangan minggu ini yang sudah dalam proses check-in. Ini menyebabkan maskapai mengalami kerugian hampir USD500.000 (Rp7 miliar) karena biaya asuransi yang lebih tinggi.

(Baca juga: Kecelakaan Pesawat Pakistan, Kemlu: Untuk Sementara Tidak Ada Korban WNI)

Juru bicara PIA Abdullah Khan mengatakan kepada CNN pada Kamis (14/10) jika keputusan untuk melanjutkan terbang ke Kabul "diambil semata-mata atas dasar kemanusiaan, dan atas desakan kuat dari organisasi-organisasi yang bersahabat."

Khan mengatakan premi asuransi untuk penerbangan ini sangat tinggi sehingga sangat tidak mungkin untuk mengoperasikan penerbangan terjadwal ke Kabul, karena masih dianggap sebagai zona perang oleh perusahaan asuransi pesawat.

Khan juga mengatakan hal ini sangat membuat frustrasi di mana peraturan terus berubah untuk setiap penerbangan dan pihak berwenang selalu mengacaukan izin sewa pesawat dengan izin jadwal.

Khan mengatakan PIA akan mengevaluasi kembali keputusannya untuk menangguhkan penerbangan jika situasi di lapangan membaik dan menjadi lebih kondusif untuk operasi internasional.

Seperti diketahui, PIA melanjutkan beberapa penerbangan charter ke Kabul pada 13 September lalu, hampir sebulan setelah Taliban menyerbu ibu kota dan menguasai Afghanistan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini