Santri Korban Tewas Susur Sungai: Dijenguk Orangtua Pekan Lalu, Minta Foto Bertiga

Inin Nastain, Koran SI · Sabtu 16 Oktober 2021 12:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 16 525 2487228 santri-korban-tewas-susur-sungai-dijenguk-orangtua-pekan-lalu-minta-foto-bertiga-rVTeOqamqv.jpg Ayah Dea menunjukkan foto terakhirnya bersama sang anak. (Foto: Inin Nastain)

MAJALENGKA - Suasana haru menyelimuti rumah duka almarhumah Dea Rizki di Desa Sukasari, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Dea jadi korban meninggal tragedi susur sungai di Ciamis.

Ayah almarhumah, Saidin Alju tidak mengira hari Minggu pekan lalu menjadi pertemuan terakhirnya bersama sang anak yang sedang menuntut ilmu di Pondok Pesantren Alquran Cijantung Ciamis.

Pekan lalu, tepatnya hari Minggu dirinya bersama sang istri sempat menjenguk sang anak di pesantren. Aktivitas tersebut sudah sering dilakukan sejak anaknya menjadi santri.

“Terakhir ketemu itu hari Minggu, saya ke sana menjenguk. Ya biasa, selain ingin tahu kondisi kesehatan anak, saya bawa bekal, makanan dan biaya sehari-hari di pondok,” kata Saidin, Sabtu (16/10/2021).

Baca juga: Susur Sungai Tewaskan 11 Siswa MTs, Ridwan Kamil Minta Kegiatan Cinta Alam Dievaluasi

Dalam pertemuan terakhir itu, Dea sempat minta foto bareng dengan kedua orangtuanya. Seperti sebelum-sebelumnya, tidak ada yang berbeda dari momen pertemuan itu.

“Setelah itu, saya sempat foto-foto dengan anak saya. Nah anak saya itu minta foto bareng. Kami bertiga, saya sama istri foto dengan Dea,” jelas dia.

Kabar meninggalnya Dea didapat dari kakak almarhumah belajar di pesantren yang sama. Mendapat kabar itu, Saidin berinisiatif langsung berangkat ke pesantren anaknya itu. 

“Saya tahu dari kakaknya yang mondok juga di situ, bahwa Dea meninggal. Kondisi seperti itu, membuat saya langsung nyusul ke Ciamis. Dea Kelas 1,” jelas dia.

Saidin sendiri sebelumnya mengira hanya Dea yang meninggal dalam peristiwa itu. Namun, setelah sampai di pesantren, banyak juga keluarga santri yang datang dengan nasib sama seperti dirinya.

“Di sana sudah banyak orang, macet, mungkin orang tua dari para korban juga. Saya awalnya mengira anak saya saja yang meninggal, tapi setelah dijelaskan oleh pihak pondok, bahwa ada beberapa korban lainnya,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini