China Dilaporkan Uji Coba Rudal Hipersonik Berkapasitas Nuklir

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 18 Oktober 2021 11:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 18 18 2487907 china-dilaporkan-uji-coba-rudal-hipersonik-berkapasitas-nuklir-p9r6yPwW8m.jpg Ilustrasi. (Foto: US Air Force via Reuters)

BEIJING China dilaporkan telah melakukan uji coba rudal hipersonik berkapasitas nuklir, yang diluncurkan ke orbit rendah bumi sebelum mencapai sasarannya.

Menurut laporan Financial Times (FT) mengutip lima sumber yang tidak disebutkan namanya, uji coba rudal hipersonik itu diduga dilakukan militer China pada Agustus 2021. Rudal itu disebutkan diluncurkan ke orbit rendah bumi, sebelum terbang menuju sasarannya.

BACA JUGA: Korut Klaim Sukses Uji Coba Sistem Rudal Hipersonik Baru

Dilaporkan bahwa meski rudal itu meleset hingga puluhan mil dari sasarannya, uji coba itu dinilai sebagai “kejutan” besar bagi komunitas intelijen Amerika Serikat (AS).

“Kami tidak tahu bagaimana mereka melakukan ini,” kata salah satu sumber yang dikutip FT. Sementara dua lainnya mencatat bahwa tes tersebut menunjukkan bahwa China telah membuat “kemajuan yang luar biasa” dan “jauh lebih maju” dalam penelitian senjata hipersonik daripada yang diperkirakan para pejabat AS.

Liputan FT memicu serangkaian laporan media lanjutan, semuanya mengutip pejabat yang tidak disebutkan namanya, serta spekulasi oleh pakar dan pakar militer. Tetapi tidak ada satu pun pejabat militer atau intelijen AS yang bertindak untuk menguatkan klaim tersebut.

Pejabat China juga bungkam terkait laporan ini, tetapi media pemerintah China, Global Times, dalam editorialnya menyebut bahwa Beijing telah telah memberikan “pukulan terhadap mentalitas superioritas strategis AS”, tanpa membenarkan atau membantah laporan dari FT.

BACA JUGA: Rusia Sukses Uji Coba Zirkon, Rudal Hipersonik dengan 8 Kali Kecepatan Suara

Global Times juga memuji apa yang disebutnya sebagai “tren tak terbendung bahwa China mempersempit kesenjangan dengan AS dalam beberapa teknologi militer utama”, meski menyatakan bahwa Beijing tidak perlu terlibat dalam 'perlombaan senjata' dengan AS.

“China tidak memiliki niat untuk terlibat dalam perlombaan senjata nuklir,” tambah editor Global Times Hu Xijin dalam sebuah tweet.

“Tapi itu pasti akan meningkatkan kualitas pencegahan nuklirnya untuk memastikan bahwa AS meninggalkan gagasan pemerasan nuklir terhadap China, atau menggunakan kekuatan nuklir untuk mengisi kesenjangan karena pasukan konvensional AS tidak dapat menghancurkan China.”

Dalam beberapa tahun terakhir, para pejabat AS berulang kali menyuarakan keprihatinan bahwa rudal hipersonik yang dibuat oleh Beijing dan Moskow menimbulkan ancaman signifikan bagi kepentingan nasional Amerika.

Washington telah melipatgandakan upayanya untuk mengembangkan teknologi hipersonik setelah Moskow meluncurkan berbagai macam persenjataan canggih pada 2018. Rusia sejak itu menjadi negara pertama di dunia yang mengerahkan rudal hipersonik dalam militernya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini