Jaringan Narkoba Malaysia Ditangkap, 81 Kg Sabu Disita

Banda Haruddin Tanjung, Okezone · Senin 18 Oktober 2021 01:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 18 340 2487747 jaringan-narkoba-malaysia-ditangkap-81-kg-sabu-disita-2WxAiSv2c7.jpg Jaringan narkoba Malaysia ditangkap Polda Riau (Foto : MPI)

PEKANBARU - Polda Riau menangkap komplotan pengedar narkoba lintas negara. Sebanyak 81 Kg sabu berhasil disita pihak kepolisian dari tangan dua tersangka.

Hasil interogasi, kedua tersangka yakni AS (52) pria dan HS (47) wanita mengaku bahwa 81 Kg itu di dapat dari Agam yang menetap di Negara Malaysia. Keduanya rencananya akan mengedarkan di berbagai wilayah.

"Agam merupakan warga Aceh yang menetap di Malaysia. Tersangka menjemput barang terlarang itu dari Malaysia," kata Kapolda Riau Irjen Agung Setia Imam Effendi saat di lokasi kejadian dikontrakan jalan Swadaya Pekanbaru Minggu (17/10/2021).

Pengungkapan berawal saat polisi mendapatkan informasi kalau ada transaksi narkoba melalui percakapan voice note. Polisipun melakukan penyelidikan. Kemudian petugas dari Direktorat Narkoba Polda Riau menangkap AS di daerah Panam. Kemudian petugas melakukan penggeledahan di kontrakan AS di Jalan Swadaya Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru.

"Dari lokasi diamankan barang bukti 32 Kg sabu," kata Kapolda didampingi Direktur Resnarkoba Kombes Victor Siagian, Kabid Humas Kombes Sunarto.

Baca Juga : 5 Ladang Ganja Luas yang Pernah Diungkap Aparat

Petugas melakukan pengembangan dengan melacak keberadaan HS. Karena keterangan AS bahwa HS juga ada barang bukti sabu. Tim sempat kesulitan mencari HS karena handphone dimatikan. Namun akhirnya upaya pencarian tim membuahkan hasil, HS berhasil ditangkap di sebuah hotel di Simpang Tiga Bandara SSK Pekanbaru.

"Kemudian tim melakukan penggeledahan sebuah rumah kontrakan HS di Jalan Pasir Mas, Bina Widya Pekanbaru dan mendapatkan barang bukti sebanyak 49 kilogram sabu," kata dia.

Dari pengakuan, bahwa narkoba itu akan diedarkan di Riau, Provinsi Jambi, Provinsi Sumatera Selatan dan Jakarta. Jaringan ini juga melibatkan seorang napi di Lembaga Permasyarakatan (LP) Tanggerang.

"Jaringan ini sebelumnya mengaku sudah berhasil melakukan peredaran narkoba. Para pelaku dijerat pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) UU RI nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman mati," ujarnya..

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini