Mertua Perkosa Menantu saat Tertidur, Mengaku Tergoda Keseksian Korban

Dosaino Ariga, iNews · Selasa 19 Oktober 2021 15:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 19 340 2488623 mertua-perkosa-menantu-saat-tertidur-mengaku-tergoda-keseksian-korban-kx7Q9IjAZv.jpg Pelaku pemerkosa menantu. (Foto: Dosaino)

GAYO LUES - Abdul Rahman Halawa (39) tega memperkosa menantunya sendiri yang berusia belia, sebut saja namanya Bunga, pada Rabu 22 September 2021 sekira pukul 21.00 WIB.

Pemerkosaan yang dilakukan tersangka terhadap menantunya itu terjadi di kediaman tersangka, tepatnya di Dusun Godang, Desa Kenyaran, Kecamatan Pantan Cuaca,, Kabupaten Gayo Lues, Aceh.

Mengetahui kejadian tersebut, suami bersama korban dan ibu mertuanya langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib. Polisi sudah menangkap pelaku dan ditahan di Mapolres Gayo Lues.

Polisi berhasil mengamankan beberapa barang bukti, di antaranya baju gamis, celana dan celana dalam korban. Lalu celana jeans, jaket, celana dalam, kain sarung serta kaus tersangka.

Kapolres Gayo Lues, AKBP Carlie Syahputra Bustamam dalam konferensi persnya menjelaskan, pemerkosaan tersebut terjadisetelah tersangka pulang cepat dari kenduri. Sementara korban tinggal di rumah bersama tiga adik iparnya.

Baca juga: Tok! Pemerkosa Siswi SMP hingga Tewas di Aceh Divonis Hukuman Mati

“Tersangka pulang cepat dari kenduri dengan alasan sakit perut sekira pukul 19.30 WIB. Bahkan tersangka sempat menyuruh korban untuk menghidangkan nasi untuk santap malamnya,” ujar Carlie.

Selesai makan malam, tersangka masuk ke kamarnya. Sementara korban bersama ketiga adik iparnya berada di ruang tamu. Namun nahas, korban sempat tertidur pulas dan terjaga saat mertuanya sudah berada di atas tubuhnya. Alhasil pemerkosaan pun terjadi. Walau korban sudah berusaha berteriak akan tetapi mulut korban ditutup tersangka pakai kain.

Sementara saat diminta tanggapannya terkait pemerkosaan tersebut, dirinya mangaku khilaf karena melihat keseksian tubuh korban.

Akibat perbuatannya, tersangka diancam dengan Pasal 47 jo Pasal 55 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat dengan ancaman hukuman cambuk maksimal 200 kali atau denda paling banyak 2000 gram emas murni atau penjara selama 150 bulan paling sedikit dan maksimal 200 bulan

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini