Tes Acak, 14 Siswa dan Guru di Bandung Positif Covid-19

Arif Budianto, Koran SI · Selasa 19 Oktober 2021 12:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 19 525 2488485 tes-acak-14-siswa-dan-guru-di-bandung-positif-covid-19-zRYyPcbegu.jpg Ilustrasi PTM. (Foto: Arif Budianto)

BANDUNG - Sebanyak 14 siswa dan guru di Kota Bandung terdeteksi positif Covid-19, setelah dilakukan tes secara acak oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung sejak Jumat, 15 Oktober 2021.

Jumlah positif tersebut didapatkan dari sekitar 1.500-an siswa dan guru yang telah dites. Kendati begitu, jumlah tersebut bisa bertambah, lantaran belum semua hasil tes PCR telah diketahui hasilnya.

"14 yang positif itu terdiri atas siswa dan guru. Mereka mayoritas tidak bergejala, sehingga, saat ini kami melakukan tindakan tracing kepada siswa dan guru di sekolah tersebut," jelas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bandung, Rosye Arosdiani Apip pada acara Bandung Menjawab, Selasa (19/10/2021).

Menurut dia, ke-14 siswa dan guru yang positif tersebar di beberapa sekolah di Bandung. Dia tidak menyebutkan sekolah dari jenjang mana yang terdeksi positif. Namun ada yang positif warga luar Kota Bandung.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Door to Door Guna Hindari Gelombang Ketiga

"Tidak semua sekolah terdeteksi positif. Ada yang nol positif. Ada juga yang satu atau dua, dari sekitar 30 siswa yang kami tes secara acak satu sekolah ," beber dia.

Diketahui, mulai Jumat pekan lalu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mulai melakukan tes antigen secara acak kepada tenaga pendidik serta ribuan siswa SD, SMP, hingga SMA/sederajat. Tes antigen acak ini untuk mengetahui penyebaran Covid-19 setelah digelarnya pembelajaran tatap muka (PTM).

Menurut Kepala Dinkes Bandung Ahyani Reksanagara, tes antigen ini akan dilakukan dengan kompsisi 10 persen dari total sekolah yang menggelar PTM. Di mana, satu sekolah akan di tes sebanyak 30 siswa secara acak untuk kelas dan hari.

"Total tes antigen yang akan kami lakukan yaitu kepada sekitar 4.500-an siswa. Diharapkan ini bisa mendeteksi sejak dini jika ada yang terpapar Covid-19 di lingkungan sekolah," beber Ahyani.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini