Ikuti Tradisi Panjang Jimat, LaNyalla Disematkan Pin Kasultanan Kanoman Cirebon

Tim Okezone, Okezone · Rabu 20 Oktober 2021 11:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 20 525 2489001 ikuti-tradisi-panjang-jimat-lanyalla-disematkan-pin-kasultanan-kanoman-cirebon-mjhYZocKbn.jpeg Ketua DPD RI LaNyalla Mataliti disematkan pin Kasultanan Kanoman dalam acara Panjang Jimat di Kasultanan Kanoman Cirebon, 19 Oktober 2021. (Foto: istimewa)

CIREBON - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW (Muludan) di Kasultanan Kanoman Cirebon, Jawa Barat pada Selasa (19/10/2021) malam. Dalam kesempatan ini, LaNyalla mengikuti acara puncak Muludan yang disebut dengan malam Pelal Ageng atau Panjang Jimat.

Kehadiran LaNyalla di Pendopo Jinem Kasultanan, disambut langsung oleh Sultan Kanoman XII Kanjeng Gusti Sultan Raja Mohammad Emirudin dan adik kandungnya Hj. Ratu Raja Arimbi Nurtina, S.T.

BACA JUGA: LaNyalla: Memajukan Budaya Merupakan Amanat Konstitusi yang Mengikat

Sebagai penghormatan, LaNyalla dan senator asal Jawa Barat, Eni Sumarni, disematkan pin Kasultanan Kanoman oleh Ratu Raja Arimbi mewakili Sultan Kanoman XII.

LaNyalla juga didampingi Sekjen DPD RI Rahman Hadi dan Deputi Administrasi DPD RI Lalu Niqman Zahir. Turut hadir juga dalam acara tersebut Wakil Walikota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati dan Sekjen Partai Bulan Bintang Afriansyah Noor.

Menurut LaNyalla, peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah cara umat Muslim untuk selalu ingat kepada Allah dan Rasul-Nya. Dengan mengingat Muhammad SAW, kemudian umat muslim akan berusaha meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA: Ketua DPD Apresiasi Penanganan Anak Yatim Korban Covid-19

"Hal itu menjadi spirit kita semua dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara. Kita harus mencontoh sifat Nabi Muhammad SAW yang pasti membuat kita tidak terjerumus kepada hal-hal yang negatif yang tidak sesuai dengan ajaran agama dan aturan pemerintah,” kata LaNyalla.

Dia juga berharap tradisi Panjang Jimat bisa dipertahankan dan dilestarikan.

"Tradisi Panjang Jimat sebagai ritual yang sakral harus diuri-uri supaya lestari. Sebagai warisan nilai luhur yang penuh makna agamis," ujarnya.

Pelal Ageng Panjang Jimat dibuka dengan doa tawassul di Pendopo Jinem. Kemudian ada sembah bakti dari Patih Kesultanan Kanoman Pangeran Patih Raja Muhammad Qodiran kepada Sultan Kanoman XII sebagai maksud untuk meminta restu memulai jalannya acara.

Setelah memakai jubah Rasul, Pangeran Patih Raja Muhammad Qodiran memimpin arak-arakan atau pawai yang diikuti LaNyalla, kerabat keraton hingga para abdi dalem. Pawai tersebut dari langgar alit menuju Masjid Agung Keraton Kanoman.

Sholawat nabi selalu dikumandangkan dalam mengiringi pawai. Para abdi dalem terlihat membawa 'nasi jimat'. Di dalam masjid dilakukan prosesi pembacaan Maulid Barzanji oleh Penghulu Kesultanan Kanoman.

Panjang Jimat, menurut Ratu Arimbi, pada dasarnya mengacu pada 'nasi jimat', Ini adalah nasi spesial, karena dikupas satu persatu dari gabah menjadi beras sambil melantunkan shalawat Nabi SAW.

Setelah menjadi beras kemudian dicuci atau dipususi di Sumur Bandung, dengan tetap melantunkan sholawat. Proses mengupas gabah dan mengolahnya menjadi 'nasi jimat' dilakukan abdi dalem perempuan yang suci dengan menjaga wudhu.

Panjang Jimat juga memberi makna bahwa malam itu sebagai malam keutamaan dan agung, malam yang bersejarah, malam dimana dilahirkannya manusia suci yang kelak memberi syafa’at kepada umat manusia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini