BPBD Minta Warga Malang Waspadai Dampak Cuaca Ekstrem

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 21 Oktober 2021 17:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 21 519 2489718 bpbd-minta-warga-malang-waspadai-dampak-cuaca-ekstrem-7mJjJHGfGf.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

MALANG - Cuaca ekstrem yang akhir-akhir ini melanda Kota Malang membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meminta masyarakat waspada. Hal ini seiring dengan dampak yang bisa terjadi imbas cuaca ekstrem yang menerjang Kota Malang dalam tiga hari terakhir ini.

Kepala BPBD Kota Malang Alie Mulyanto menyatakan, pihaknya meminta masyarakat untuk tak keluar rumah bila memang tidak ada keperluan mendesak. Mengingat kondisi cuaca ekstrem tengah terjadi.

"Masyarakat harus tetap waspada berkaitan dengan kondisi cuaca yang akhir-akhir ini luar biasa. Jika terjadi cuaca buruk, atau ada hujan deras, lebih baik berada di rumah, jika tidak ada keperluan penting," kata Alie, saat dikonfirmasi awak media, Kamis (21/10/2021).

Ia menerangkan, masyarakat harus mengetahui potensi kebencanaan di wilayahnya masing-masing. Jika masyarakat tahu potensi kebencanaan, maka antisipasi penanganannya bisa diketahui.

Menurutnya, sejumlah ancaman bencana yang ada di wilayah Kota Malang antara lain adalah potensi adanya pohon tumbang, banjir, dan tanah longsor. Oleh karena itu, kewaspadaan masyarakat menjadi kunci untuk menghindari jatuhnya korban pada saat terjadi bencana.

Baca juga: 20 Rumah Rusak Usai Sukabumi Diterjang Hujan Deras dan Angin Kencang

"Jika sudah mengetahui ada potensi bencana, maka masyarakat akan mengetahui bagaimana cara untuk mengatasinya, dan selamat pada saat terjadi bencana," katanya.

Baca juga: Hujan Deras, 230 Rumah di Malang Terendam Banjir

Pihaknya memaparkan, salah satu dampak cuaca ekstrem adalah banjir yang menggenangi Kota Malang saat hujan deras pada Selasa 19 Oktober 2021 lalu. Di mana dari catatan BPBD Kota Malang, hujan deras selama hampir satu jam membuat 200 rumah terdampak banjir.

"Ada kurang lebih 23 titik banjir di Kota Malang pada Selasa (19/10). Untuk rumah terdampak lebih dari 200 unit. Banjir terjadi pada saat hujan deras, namun saat hujan reda, banjir juga langsung surut," katanya.

Terkait dengan bencana banjir tersebut, ada tiga hal yang harus diperhatikan. Pertama terkait dengan tata guna lahan, kemudian upaya peningkatan drainase, dan kebiasaan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan yang menyebabkan sistem drainase tersumbat.

"Masyarakat masih sering membuang sampah sembarangan. Kami berharap masyarakat harus mulai peduli dengan lingkungan," katanya.

Ia menambahkan, curah hujan yang tinggi, ditambah dengan sistem drainase yang tersumbat dan persoalan tata guna lahan, menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di sejumlah wilayah yang ada di Kota Malang.

BPBD Kota Malang bersama seluruh pemangku kepentingan seperti Dinas Pekerjaan Umum, dan Penataan Ruang, Dinas Lingkungan Hidup, termasuk TNI, Polri telah melakukan gerakan untuk mengangkat sampah dan sedimen agar meminimalisasi munculnya bencana banjir.

Baca juga: Diterjang Angin Kencang, Sejumlah Rumah di Kabupaten Bogor Rusak

"Kita lakukan gerakan angkat sampah dan sedimen, itu yang harus kita lakukan sebelum terjadi hujan deras. Namun, masyarakat juga harus sadar, dan tidak membuang sampah sembarangan," katanya.

Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kota Malang memiliki potensi risiko banjir dengan kategori sedang tinggi, yang berpotensi terjadi di Kecamatan Kedungkandang, Kecamatan Sukun, Kecamatan Klojen, Kecamatan Blimbing dan Kecamatan Lowokwaru.

Baca juga: Waspada! BPBD DKI Ingatkan Cuaca Ekstrem di Jakarta 19-20 Oktober

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini