Update Gempa Bali: 3 Orang Meninggal dan 2.414 Bangunan Rusak

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 22 Oktober 2021 16:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 22 244 2490223 update-gempa-bali-3-orang-meninggal-dan-1-992-bangunan-rusak-siOhrBFiou.jpg Gempa Bali (Foto: istimewa)

JAKARTA - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, I Made Rentin melaporkan sebanyak 3 orang meninggal dunia akibat gempa dengan magnitudo (M) 4,8 di Bali pada 16 Oktober 2021 lalu.

“Korban jiwa 2 meninggal dunia di Bangli, 1 orang Karangasem. Sedangkan rincian untuk luka berat 3 di Bangli, 9 orang di Karangasem. Kemudian luka ringan 5 orang di Bangli, 115 di Karangasem ini update sampai dengan hari ini pukul 7.30 di pagi hari total. Ini total hasil penghitungan cepat di dua Kabupaten 1.992 bangunan rusak,” ungkap Rentin dalam Konferensi Pers secara virtual, Jumat (22/10/2021).

Sementara itu, Rentin mengatakan bahwa saat ini telah dilakukan pemetaan kondisi kerentanan tanah di kedua wilayah terdampak gempa tersebut.

“Kaitannya dengan kondisi terkini kami baru saja mendapatkan laporan dari teman-teman kami yang ada di Bangli, Karangasem yang didampingi oleh BPBD Provinsi Bali bersinergi dengan tim PUPR bersama dari geologi melakukan pemetaan berkaitan dengan kondisi kerentanan di kedua wilayah. Kemarin di daerah Karangasem hari ini lebih spesifik berdampak di Kabupaten Bangli,” paparnya.

Baca juga: Update Gempa Bali, Ratusan Warga Masih Mengungsi

Rentin mengatakan, kini ruas jalan utama menuju akses Desa Trunyan dan Abang Batudinding yang awal mula terjadinya gempa sekurang-kurangnya ada 8 titik longsoran sudah dilakukan pembersihan.

“Laporan yang kami terima dari lapangan saat turun pertama dengan pimpinan BNPB Jenderal Ganip Warsito, saat itu dari total 6 titik longsoran di hari pertama baru dua titik yang dapat dibersihkan,” imbuhnya.

Baca juga: Posko Tanggap Darurat Beroperasi untuk Pengungsi Korban Gempa Bali

Meski 8 titik longsoran sudah bisa dilewati, namun masih belum dibuka untuk umum karena masih dilakukan kajian akibat relatif rawan longsor susulan.

“Hari ini sore Kami sudah mendapatkan laporan seluruh titik longsoran, delapan titik tersebut sudah dapat dibersihkan sehingga akses menuju Desa kembali bisa dilewati. Tetapi oleh petugas yang ada di lapangan karena relatif masih rawan terjadinya longsor kemarin, tim di lapangan memutuskan belum bisa dibuka secara akses umum, hanya petugas untuk penuh kehati-hatian untuk akses ke dua desa yaitu Desa Trunyan dan Desa Abang Batudinding,” papar Rentin.

Baca juga: 617 Rumah di Bali Rusak Berat Akibat Gempa M4,8

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini