Kasus Mantan Kasat Narkoba Jual Barang Bukti, Mulai Masuk Persidangan

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Jum'at 22 Oktober 2021 15:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 22 608 2490157 mantan-kasat-narkoba-jual-barang-bukti-hasil-tangkapan-mulai-masuk-persidangan-rgqLN9vjDK.jpg Sidang perkara polisi jual barang bukti narkoba (Foto : Istimewa)

TANJUNGBALAI - Kasus penjualan barang bukti narkoba hasil tangkapan Polisi ke pengedar narkoba di Tanjungbalai, Sumatera Utara, kini mulai memasuki masa persidangan. Persidangan perdana kasus itu sudah digelar secara virtual dari Pengadilan Negeri Tanjungbalai pada Kamis, 21 Oktober 2021 kemarin.

Dalam persidangan itu, sebelas oknum Polisi yang didakwa terlibat dalam kasus itu dihadirkan secara virtual dari Lapas Klas II-Tanjungbalai. Termasuk mantan Kasat Narkoba Polres Tanjungbalai Wariono

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tanjungbalai yang dibacakan Jaksa Rikardo Simanjuntak, terungkap bahwa terdakwa Wariono selaku Kasat Narkoba Polres Tanjungbalai menjual narkotika jenis sabu seberat 6 kilogram kepada pengedar narkoba dengan kesepakatan Rp1 miliar.

Kejadian bermula saat petugas Sat Polairud Polres Tanjungbalai Khoirudin, Syahril Napitupulu, dan Alzuma Delacopa melakukan patroli di Perairan Tangkahan Sei Lunang Kecamatan Sei Kepayang Timur Kabupaten Asahan pada Rabu 19 Mei 2021 sekira pukul 15.30 wib.

Di sana mereka menemukan Kapal Kaluk membawa narkotika jenis sabu-sabu seberat 76 kilogram dalam bungkus Teh Merk Guanyinwang dan Qing Shan. Barang haram itu dibawa oleh Hasanul Arifin dan Supandi dari Perairan Malaysia.

Lalu Khoirudin melaporkan kepada Togap Sianturi selaku Kepala Sat Polairud Polres Tanjungbalai soal temuan itu. Togap memerintahkan Tuharno bersama Juanda, Hendra, John Erwin Sinulingga berangkat menuju lokasi Kapal Kaluk menggunakan Kapal Patroli Babin Kamtibmas.

Kemudian Leonardo Aritonang dan Sutikno menggunakan Kapal Sat Polair juga turun ke lokasi untuk membantu pengawalan. Lalu Tuharno bersama Juanda, Hendra, John Erwin Sinulingga, Leonardo Aritonang dan Sutikno menggiring kapal tersebut menuju Dermaga Pol Airud Polres Tanjungbalai.

Baca Juga : Ibu Rumah Tangga Jadi Pengedar Sabu untuk Biaya Sekolah Anaknya

"Di tengah perjalanan menuju dermaga, Tuharno memindahan 1 buah goni berisi 13 kilogram sabu dari Kapal Kaluk ke Kapal Babinkamtibmas. Selanjutnya Tuharno, Khorudin dan Syahril Napitupulu sepakat menyisihkan sabu-sabu sebanyak 6 kilogram untuk dijual," sebut JPU.

Barang haram itu kemudian disembunyikan di kolong tempat duduk bagian depan Kapal Patroli KP II1014. Lalu Tuharno menghubungi Wariono dan menginformasikan adanya temuan narkotika. Kemudian di dalam Kapal Patroli KP II 1014, Tuharno menyerahkan 6 kilogram sabu kepada terdakwa Wariono untuk dijual yang uang penjualannya akan dibagi-bagi sebagai uang rusa.

Lalu di Dermaga Polairud Polres Tanjungbalai, Togap Sianturi didampingi oleh Agung Sugiarto Putra menyerahkan barang bukti sabu sebanyak 57 kilogram kepada Kapolres Tanjungbalai didampingi oleh Kaurbin Ops Sat Narkoba Polres Tanjungbalai Luhut Hutapea untuk dilakukan proses penyelidikan dan penyidikan.

"Selanjutnya di Belakang SMAN 2 di Jalan Pendidikan Kelurahan Pahan Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjungbalai, terdakwa Wariono bersama dengan Agung Sugiarto Putra, Hendra Tua Harahap, Rizky Ardiansyah, Joshua, dan Kuntoro bertemu dan membicarakan rencana menjual sabu," tuturnya.

Selanjutnya Wariono menghubungi Tele (DPO) untuk menjual barang haram tersebut. Tidak lama kemudian Tele datang mengambil 1 kilogram dari Wariono disaksikan Agung Sugiarto Putra, Hendra Tua Harahap, Rizky Ardiansyah, Joshua, dan Kuntoro. Pada 26 Mei 2021, Wariono menerima uang pembayaran sabu sebesar Rp250.000.000.

Kemudian Wariono menyuruh Agung Sugiarto Putra menghubungi Boyot (DPO) untuk menjual sabu seberat 6 kilogram seharga Rp1.000.000.000. Namun Boyot baru menyerahkan uang pembayaran sebesar Rp600.000.000.

Perbuatan terdakwa dijerat dengan Dakwaan Kesatu Primair Pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, Subsidair Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 dan Kedua Pasal 137 huruf a UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini