Siswa dan Guru Positif Covid-19 di Kota Bandung Jadi 54 Kasus

Arif Budianto, Koran SI · Sabtu 23 Oktober 2021 04:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 23 525 2490441 siswa-dan-guru-positif-covid-19-di-kota-bandung-jadi-54-kasus-yQIXlhLt8U.jpeg Ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

BANDUNG - Kasus positif Covid-19 di kalangan siswa dan guru di sekolah pada pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Bandung kembali bertambah. Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat, total kasus positif menjadi 54 orang dari sebelumnya 14 kasus. 

Sampai saat ini, proses tes PCR siswa serta tenaga pendidik telah dilakukan kepada 2.179 orang yang melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas.

"Hasil dari total tes acak PCR Covid-19 bagi mereka yang melaksanakan PTMT sudah keluar dari total jumlah yang kita tes yaitu 2.179 dan 54 yang terdiri dari siswa dan guru terkonfirmasi Covid-19," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Kota Bandung, Rosye Arosdiani, Jumat (22/10/2021).  

Menurut dia, mayoritas yang terkonfirmasi positif berasal dari kalangan siswa. Namun, dia tidak merinci apakah siswa tingkat SD, SMP, atau SMA. Selain itu, dalam melakukan tes acak PCR Covid-19 disetiap sekolah diikuti oleh 30 siswa dan 3 orang tenaga pendidik. 

Baca juga: Belajar dari Lonjakan Kasus Covid-19 di Inggris, Masyarakat Indonesia Jangan Lengah!

"Sampel kepada siswa lebih banyak dibandingkan guru. Begitu juga untuk hasil dari 54 yang terpapar Covid-19 didominasi oleh siswa," paparnya. 

Dari temuan itu, pihaknya mencatat sebelas sekolah yang ditemukan lebih dari 5 persen siswa dan tenaga pendidik terkonfirmasi Covid-19. "Untuk rombongan 5 persen lebih yang terpapar Covid-19, diharapkan berhenti dulu untuk kegiatan PTMT. Setidaknya mereka menghentikan PTMT hingga selesai pelacakan," tuturnya. 

Rosye juga mengatakan, para pasien tidak bergejala. Bahkan, rata-rata semua yang terkonfirmasi terlihat sehat seperti biasanya. 

"Kalau ada gejala pastinya tidak bisa mengikuti PTMT, untuk itu mereka yang terpapar melakukan isolasi mandiri. Hingga saat ini kita terus melakukan 3T yakni Tracing, Testing, dan Treatment," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini