Khawatir Terjadi Bencana, Belasan Warga Bandung Barat Tawarkan Rumah untuk Dijual

Adi Haryanto, Koran SI · Rabu 27 Oktober 2021 00:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 26 525 2492167 khawatir-terjadi-bencana-belasan-warga-bandung-barat-tawarkan-rumah-untuk-dijual-IH324QGWad.jpg Illustrasi (foto: dok Sindo)

BANDUNG BARAT - Sejumlah warga di Kompleks Tipar Silih Asih, RW 13, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mulai menawarkan rumah-rumah mereka untuk dijual atau digadaikan.

Kondisi itu disinyalir karena mereka sudah merasa tidak nyaman dengan bayang-bayang ancaman bencana yang bisa saja terjadi kapan saja, imbas dari adanya aktivitas pembangunan terowongan di sekitar Gunung Bohong.

"Warga di sini selalu dihantui ketakutan dalam dua tahun terakhir. Yang saya tahu ada 18 rumah yang mau dijual atau digadai, tapi belum laku karena bank juga sudah tau kondisi di sini," kata Ketua RW 13, Kompleks Tipar Silih Asih, Rudianto, Selasa (26/10/2021).

Baca juga:  Katana, Cara BNPB Tingkatkan Kesiapsiagaan Keluarga Hadapi Bencana

Menurutnya, sejak aktivitas blasting untuk terowongan kereta cepat menembus Gunung Bohong yang berada di atas permukiman, warga merasa tidak tenang. Rumah warga mengalami kerusakan seperti dinding dan lantai yang retak imbas dari ledakan.

Meskipun kini aktivitas ledakan sudah tidak ada, namun warga tetap merasa was-was sewaktu-waktu terjadi bencana longsor hingga tanah ambles. Pasalnya sejak adanya proyek itu tanah di kawasan tersebut strukturnya sudah tidak kuat lagi.

Baca juga:  Fenomena La Nina, BMKG Imbau Warga Jabar Waspada Bencana di Akhir Tahun

"Kalau lagi musim hujan seperti ini warga makin was-was. Apalagi yang rumahnya sudah ada retak-retak di dinding dan lantai," ucapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan warga selalu rutin melakukan ronda setiap malam. Selain itu, warga juga selalu meningkatkan kewaspadaan dan berencana mengadakan simulasi kebencanaan.

"Kami ingin ajukan untuk diadakan simulasi kebencanaan di sini. Sebagai antisipasi saja karena dari hasil penelitian struktur tanah di sini terganggu," terangnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini