Balita Disundut Rokok hingga Disiram Air Panas, Ini Motif Calon Ayah Tiri Korban

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 27 Oktober 2021 20:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 27 519 2492815 balita-disundut-rokok-hingga-disiram-air-panas-ini-motif-calon-ayah-tiri-korban-TQgnDvqX2H.jpg Ayah tiri penganiaya balita di Batu ditangkap polisi (Foto : Okezone.com/Avirista)

BATU - Polisi menetapkan tersangka dan menahan pelaku penganiayaan terhadap anak berusia 2,5 tahun di Kota Batu. Pelaku yang berinisial WK (26) diamankan pada Minggu 24 Oktober 2021 di rumahnya di Junrejo, Kota Batu.

Kapolres Batu AKBP I Nyoman Yogi Hermawan menyatakan, terungkapnya kasus penganiayaan kepada balita berusia 2,5 tahun ini berawal dari laporan paman korban kepada polisi pada Sabtu 23 Oktober 2021. Dari sana Satreskrim Polres Batu bergerak melakukan penyelidikan dan mengamankan WK, yang diduga kuat menjadi pelaku penganiayaan balita berinisial N.

"Pelaku merupakan pacar dari ini ibu korban yang telah tinggal di rumah sejak Agustus sampai Oktober inisial WK tinggal di Kota Batu. Diamankan di rumahnya pada Minggu (24/10/2021), dalam waktu 1x24 jam, pelaku berhasil kami tangkap," kata I Nyoman Yogi, saat konferensi pers pada Rabu malam (27/10/2021) di Mapolres Batu.

Yogi menambahkan, pelaku, korban, dan ibu kandungnya tinggal bersama dalam satu rumah, di mana penganiayaan dilakukan saat sang ibu kandungnya berinisial C (19) sedang berada di luar rumah. Selama empat bulan sejak Agustus hingga Oktober ini, atau selama pelaku ini tinggal bersama dengan korban dan ibu kandungnya.

"Berdasarkan pengakuan tersangka dan saksi, kekerasan dilakukan saat korban sendirian di rumah dan ibu korban sedang di luar, di rumah sendirian dan dengan leluasa melakukan itu. Sejak bulan Agustus hingga Oktober tinggal dalam satu rumah, dan rangkaian kekerasan itulah dilakukan tersangka," kata Yogi.

Baca Juga : Balita Dianiaya Calon Ayah Tiri, Disiram Air Panas dan Disundut Rokok

Sejumlah tindakan penganiayaan dilakukan pria yang bekerja serabutan mulai menyiram air panas, menyulutkan rokok ke sekujur tubuhnya, dan menggigit jari-jari kedua tangan korban.

"Karena korban dianggap rewel saat dimandikan, panci kecil untuk merebus air, selanjutnya disiramkan ke tubuh korban. Beberapa kali menyundutkan rokok karena dianggap korban rewel menggigit jari-jari korban," ungkapnya kembali.

Dari penuturan tersangka, Nyoman Yogi menuturkan, bila ada persoalan ekonomi yang muncul, sebab sang pelaku menganggap N bukanlah anak biologis darinya.

"Ada motif ekonomi juga, korban dianggap sebagai beban, karena bukan anak biologis tersangka, ia juga merasa kesal korban sering rewel. Ketiga karena ada permasalahan dengan ibu korban, walau pun belum secara resmi tinggal dalam satu rumah. Akumulasi latar belakang tersebut merupakan penyebabnya tersangka melakukan penganiayaan," paparnya.

Akibat perbuatan pelaku, N menderita sejumlah luka - luka di sekujur tubuhnya dan mengalami trauma psikis. Saat ini N balita berusia 2,5 tahun ini tengah menjalani perawatan di RS Hasta Brata Kota Batu.

"Mengalami luka bakar yang diakibatkan siraman air panas, kemudian bekas sundutan rokok di sekujur tubuhnya, bekas gigitan di jari - jari dua tangan korban," tutur mantan manager Bhayangkara Solo FC ini.

Atas ulahnya pelaku dijerat dengan pasal 80 ayat 2 Juncto 76c UU Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2002, yang telah diubah UU Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Perlindungan Anak. "Ancaman pidana penjara maksimal lima tahun," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini