Polda Jatim Tetapkan 72 Pesilat Jadi Tersangka Kasus Kekerasan

Lukman Hakim, Koran SI · Kamis 28 Oktober 2021 18:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 28 519 2493329 polda-jatim-tetapkan-72-pesilat-jadi-tersangka-kasus-kekerasan-uWDExBjZy1.png Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

SURABAYA – Selama September hingga Oktober 2021, Timsus Opsnal Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur (Jatim) dan Tim Buser Satreskrim Polres Jajaran Polda Jatim berhasil mengungkap 22 laporan kasus dugaan tindak kekerasan yang melibatkan perguruan pencak silat.

Sebanyak 22 laporan tersebut berasal dari delapan Polres/Polresta jajaran Polda Jatim. Di antarnya, Polres Lamongan lima laporan, Polres Jombang dua laporan, Polres Kediri Kota satu laporan, Polres Gresik dua laporan, Polres Nganjuk delapan laporan, Polresta Malang Kota satu laporan, Polres Blitar satu laporan.

Dari hasil pengungkapan ini, Polda Jatim menetapkan 72 orang sebagai tersangka. Dari total tersebut, jumlah orang pelaku dengan usia dewasa sebanyak 53 orang. Sedangkan 19 orang masih anak-anak, Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH).

“Para tersangka ini merupakan anggota perguruan pencak silat yang ada di Jatim. Mereka melakukan kekerasan pada saat konvoi di jalan setelah melaksanakan kegiatan latihan rutin maupun kegiatan pengesahan," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, di Mapolda Jatim, Kamis (28/10/2021).

Baca Juga : Tragis! Siswa SMP Dianiaya Guru karena Tak Buat Tugas Meninggal Dunia

Dalam perkara ini, para pelaku dikenakan Pasal 170 KUHP yaitu, tindak pidana secara bersama-sama dimuka umum melakukan kekerasan terhadap orang atau barang. Ancaman pidana penjara 7 tahun jika menyebabkan luka, 9 tahun jika menyebabkan luka berat, dan 12 tahun jika menyebabkan meninggal dunia.

Sementara itu, terhadap tersangka yang berstatus dibawah umur, merujuk Pasal 19 dan Pasal 32 UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, tidak dilakukan penahanan.

Gatot menegaskan, Polda Jatim tidak memberikan ruang kepada para pelaku kekerasan. khususnya yang melibatkan para anggota perguruan pencak silat. Oleh karena itu, Polda Jatim akan melakukan penindakan hukum secara tegas. “Termasuk kepada para ketua perguruan pencak silat yang anggotanya terlibat untuk dimintakan pertanggungjawaban secara hukum sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku," tegas Gatot.

Dia mengungkapkan, baik Polres maupun Polda Jatim sudah berkali kali melakukan pertemuan dengan para pemimpin dari masing-masing pimpinan perguruan pencak silat. Namun nyatanya, sampai saat ini masih saja terjadi kekerasan dan pengrusakan di muka umum.

“Kami akan panggil masing-masing pemimpinnya guna mempertanggung jawabkan perbuatan anggotanya," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini