Tak Tanggung-Tanggung, Kades di Lembang Korupsi Aset Desa hingga Rp50 Miliar

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Kamis 28 Oktober 2021 17:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 28 525 2493275 tak-tanggung-tanggung-kades-di-lembang-korupsi-aset-desa-hingga-rp50-miliar-7eHuOOjpV9.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

BANDUNG - Tak tanggung-tanggung, Kepala Desa (Kades) Cikole dan eka Kader Cibogo, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat diduga melakukan praktik korupsi aset desa dengan nilai fantastis hingga Rp50 miliar.

Kedua pria berinisal JR dan MS itu berhasil diamankan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat. Keduanya pun kini telah ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, Kamis (28/10/2021).

"Kita berhasil mengamankan dua orang, diduga melakukan tindak pidana korupsi. Kita melakukan pemeriksaan tadi pagi sampai siang, kemudian kami lakukan gelar perkara untuk kedua orang tersebut dan kami tetapkan tersangka dan ditahan," ujar Direktur Reskrimsus Polda Jabar, Kombes Arief Rachman di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung.

Lebih lanjut Arief mengatakan, pengusutan kasus dugaan korupsi ini ditangani oleh Subdit Tipikor Direskrimsus Polda Jabar ang dipimpin Kasubdit AKBP Maruly Pardede berdasarkan laporan polisi pada April 2021 lalu.

Arief menjelaskan, kedua tersangka melakukan penyalahgunaan wewenang sebagai aparat pemerintah desa. Mereka melakukan penghapusan aset tanah milik desa yang terletak di Blok Lapang Persil 57 Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat seluas 8 hektare.

"Keduanya bersama-sama menyalahgunakan wewenang, memindahtangankan tanah di Cikole melalui surat kepala desa tanpa izin persetujuan dari pemerintah setempat. Total lahan aset yang dipindahtangankan seluas 8 hektare," terang Arief.

Menurut Arief, berdasarkan hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kerugian negara akibat perbuatan kedua terdakwa tersebut mencapai Rp50.696.000.000.

"Berdasarkan hasil audit daripada BPK, nilai aset yang dipindahtangankan kedua tersangka mencapai Rp50 miliar lebih," katanya.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dikenakan Pasal 2, Pasal 3, dan Pasal 9 serta Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana.

"Kita masih melakukan pengembangan untuk mengungkap tersangka lainnya. Tidak menutup kemungkina bakal ada tersangka baru," tandasnya. agung bakti sarasa

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini