Cerita Pasutri Pembeli Bayi Rp5 Juta, Sudah 10 Tahun Tak Memiliki Keturunan

Era Neizma Wedya, iNews · Kamis 28 Oktober 2021 19:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 28 610 2493352 cerita-pasutri-pembeli-bayi-rp5-juta-sudah-10-tahun-tak-memiliki-keturunan-mRaUhlGVwq.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

PALEMBANG - Tim Beguyur Bae Satreskrim Polrestabes Palembang yang dipimpin Kasubnit Opsnal ranmor Iptu Jhoni Palapa sedang dalam perjalanan membawa bayi yang dijual bersama pasutri yang merawat ke Polrestabes Palembang, Kamis (28/10/2021).

Tim bergerak mendatangi rumah pembeli bayi yang berada di kawasan Dusun Talang Tebaris Ranau Kabupaten OKU Selatan, dan langsung bertemu dengan pasangan suami Istri yakni Mardiana dan Maliki.

Dan saat ditemui polisi di kediamannya, pasangan suami istri hanya bisa terdiam dan menjawab pertanyaan polisi terkait keberadaan bayi yang mereka beli.

“Bayinyo ado pak, lagi tedok (banyinya ada pak, lagi tidur),” kata Mardiana kepada petugas yang bertanya.

Baca Juga: Ibu Kandung Tega Jual Bayi yang Baru Dilahirkannya Seharga Rp5 Juta

Saat ditanyai polisi, Mardiana mengaku bahwa sebulan yang lalu Nazori alias Gatot (37) yang merupakan paman dari Putri (27) ibu bayi yang dijual, menawarkan kepadanya untuk membeli seorang bayi. Dan kebetulan memang ia dan suami sudah 10 tahun menikah dan belum memiliki keturunan.

"Kami cuma di telepon pak samo Gatot, kalo nak ngurus bayi datang ke Palembang, kareno di rumahnyo ado bayi,” kata Mardiana dengan polisi.

Kemudian ia dan suami memutuskan mau menerima tawaran Gatot dan langsung menuju kota Palembang. Setelah sampai di Palembang Pasutri ini pun langsung menuju rumah ibu Putri yakni Rohimah (47), yang terletak di Jalan Kemang Manis Lorong Lestari Kelurahan Kemang Manis Kecamatan IB II, Palembang.

"Kami lihat bayinyo dan langsung seneng, itulah kami omong nak merawatnyo“ ungkapnya.

Setelah disampaikan dengan Gatot niat untuk merawat bayi itu, Gatot meminta sejumlah uang untuk mengantikan uang perawatan, karena bayi itu sudah sebulan lebih dirawat oleh Rohimah dan Putri.

“Kami diminta uang Rp. 5 juta sebagai ganti biaya perawatan, karena uang itu ada jadi kami penuhi,” katanya.

Kini bayi dan pasutri Mardiana dan Maliki dalam perjalanan menuju Palembang. Guna dimintai keterangan oleh petugas penyidik Polrestabes, Palembang.

Kasus ini terkuak ketika suami sirih Anita (25) yakni Bobi (26) melaporkan kejadian ini ke Polrestabes Palembang. Setelah mendapat cerita dari Anita bahwa anaknya telah dijual.

(kha)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini