Dikawal Ketat Petugas Imigrasi, WNA AS Pembunuh Ibunya Akhirnya Keluar dari Lapas Kerobokan Bali

Bagus Alit, iNews · Jum'at 29 Oktober 2021 12:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 29 244 2493641 dikawal-ketat-petugas-imigrasi-wna-as-pembunuh-ibunya-akhirnya-keluar-dari-lapas-kerobokan-bali-3FCzZhVscy.jpg WNA AS yang membunuh ibunya akhirnya keluar dari penjara (Foto: Dok Okezone)

BADUNG - Heather Lois Mack, warga negara Amerika Serikat (AS) yang membunuh ibunya di salah satu hotel di kawasan Nusa Dua, Badung, Bali pada 2014 silam, siang ini kembali menghirup udara bebas. Dia bebas usai menjalani hukuman sepuluh tahun penjara di lembaga pemasyarakatan (lapas) perempuan kelas II A Kerobokan, Kuta Utara, Badung, Bali.

Setelah bebas, Heather langsung dijemput petugas imigrasi kelas I khusus Ngurah Rai untuk dibawa menuju kantor imigrasi kelas I khusus Ngurah Rai.

Saat menjelang bebas, tim pengacara Heather dan sejumlah petugas dari kantor imigrasi kelas I khusus Ngurah Rai mendatangi lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II A Kerobokan, Kuta Utara, Badung, Bali.

Setelah cukup lama berada di dalam lapas, satu per satu petugas imigrasi akhirnya keluar untuk mempersiapkan pembebasan Heather. Ramainya media dan rekan Heather yang menunggu di luar lapas perempuan Kerobokan, membuat petugas selama beberapa menit menunda keluarnya Heather.

Baca juga: Gadis Amerika Pembunuh Ibu Kandung Segera Bebas dari Lapas Kerobokan

Dengan pengawalan ketat petugas, Heather akhirnya dibawa keluar dengan mengenakan pakaian berwarna oranye.

Heather terlihat tergesa-gesa dibawa masuk menuju kendaraan berwarna putih milik kantor imigrasi kelas I khusus Ngurah Rai yang telah menunggunya.

Tanpa mengeluarkan pernyataan apapun, petugas imigrasi langsung membawa warga negara AS tersebut menuju kantor imigrasi kelas I khusus Ngurah Rai, sebelum nantinya dideportasi ke negaranya.

Baca juga: Gadis Amerika Pembunuh Ibu Kandung Bebas dari Lapas Kerobokan Bali

Sementara itu, Kalapas perempuan kelas II A Kerobokan, Lili menjelaskan Heather bebas murni usai mendapatkan remisi sesuai dengan keppres dari Presiden Joko Widodo.

Secara keseluruhan Heather mendapatkan total remisi sebanyak 24 bulan karena berkelakuan baik selama berada di lapas. Setelah tujuh tahun dua bulan berada di dalam lapas, Heather mengaku syok dan galau jelang pembebasannya.

Seperti diketahui, Heather sebelumnya dinyatakan bersalah terkait pembunuhan ibu kandungnya, Sheila von Wiese-mack pada 12 Agustus 2014 silam.

Pembunuhan dilakukan bersama kekasihnya, Tommy Schaefer di kamar nomor 317 Hotel St Regis, Nusa Dua, Badung, Bali. Pembunuhan ini dilatarbelakangi kekecewaan terhadap korban yang tidak menyetujui hubungan asmara antara keduanya.

Padahal, Heather yang ketika kejadian masih baru berusia 18 tahun diketahui dalam keadaan hamil. Akibat pembunuhan sadis tersebut, Heather divonis hukuman 10 tahun karena membantu merencanakan pembunuhan ibunya. Sedangkan Schaefer dijatuhi hukuman 18 tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini