Berpidato di KTT G20, Presiden Jokowi Ajak Dunia Perkuat Arsitektur Kesehatan Global

Arie Dwi Satrio, Okezone · Sabtu 30 Oktober 2021 21:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 30 18 2494299 berpidato-di-ktt-g20-presiden-jokowi-ajak-dunia-perkuat-arsitektur-kesehatan-global-OaTKfjZbVw.jpg Presiden Joko Widodo (foto: dok biro pers)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh elemen di dunia untuk bersama-sama memperkuat arsitektur kesehatan global. Menurut Jokowi, penguatan arsitektur kesehatan global diperlukan demi membangun dunia yang tahan terhadap pandemi.

Demikian diungkapkan Jokowi saat menyampaikan pidatonya pada sesi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang membahas masalah ekonomi dan kesehatan global di La Nuvola, Roma, Italia, Sabtu (30/10/2021).

"Demi membangun dunia yang lebih tahan terhadap pandemi dan berbagai guncangan ke depan, Indonesia mengajak untuk memperkuat arsitektur kesehatan global," ujar Jokowi mengutip laman resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.

Baca juga:  KTT G20, Sri Mulyani: Covid-19 Rugikan Dunia hingga USD12 Triliun

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi turut didampingi oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, dan Co-Sherpa Kementerian Luar Negeri Dian Triansyah Djani.

Menurut Jokowi, untuk mewujudkan penguatan arsitektur kesehatan global, diperlukan penyusunan mekanisme penggalangan sumber daya kesehatan secara bersama-sama. Diantaranya, mencakup dana, vaksin, obat, alat kesehatan, hingga tenaga kesehatan.

Baca juga:  Presiden Jokowi Bertemu Scott Morrison Bahas Vaksinasi hingga Perubahan Iklim

"IMF sudah memberikan contoh, tentang penggalangan sumber daya keuangan global untuk membantu negara yang mengalami krisis keuangan," imbuhnya.

Tak hanya itu, kata Jokowi, dukungan keuangan internasional untuk isu kesehatan dan perubahan iklim juga sangat penting.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi juga mendorong semua pemimpin negara yang hadir dalam KTT tersebut untuk menyusun standar protokol kesehatan global terkait dengan aktivitas lintas negara, termasuk di antaranya protokol kesehatan perjalanan antarnegara.

Kemudian, sambungnya, G20 juga harus menjadi bagian penting dari solusi untuk mengatasi kelangkaan dan kesenjangan vaksin, obat-obatan, dan alat-alat kesehatan esensial.

Presiden menyebut bahwa G20 harus mendukung diversifikasi produksi dan alih teknologi ke negara berkembang, eliminasi hambatan perdagangan bahan baku vaksin, dukungan terhadap TRIPS Waiver, dan terus meningkatkan berbagi dosis dan mendukung COVAX Facility.

"Proses penataan ulang arsitektur ketahanan kesehatan global ini harus inklusif, serta berpegang teguh pada prinsip solidaritas, keadilan, transparansi, dan kesetaraan," tegasnya.

Selain ketahanan kesehatan dunia, kepala negara juga mendorong para pemimpin G20 untuk mempercepat pemulihan ekonomi global yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan.

Menurutnya, G20 perlu menjadi katalis bagi koordinasi menuju normalisasi kebijakan ekonomi, setelah dalam dua tahun ini dunia menjalankan kebijakan extraordinary di bidang fiskal, moneter, dan sektor keuangan.

Ia menekankan G20 juga harus menjadi katalis bagi dukungan likuiditas dan restrukturisasi utang bagi negara miskin. Selain itu, juga bagi reaktivasi konektivitas global, khususnya sektor yang mengandalkan pergerakan manusia dan barang, seperti pariwisata dan manufaktur.

"Kerja sama inovasi, teknologi digital dan teknologi hijau, serta peningkatan investasi bagi pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan, dan dukungan kemitraan global bagi pembangunan negara berkembang," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini