Di Balik Kisah Viralnya Lansia yang Diserahkan Anaknya ke Panti Jompo

Avirista Midaada, Okezone · Senin 01 November 2021 16:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 01 519 2494977 dibalik-kisah-viralnya-lansia-yang-diserahkan-anaknya-ke-panti-jompo-fRmuSMNQx3.jpg Trimah saat di panti jompo (foto: MNC Portal/Avirista)

MALANG - Media sosial dihebohkan dengan adanya informasi anak yang menyerahkan orang tuanya ke sebuah panti jompo di Kabupaten Malang. Orang tua bernama Trimah (65) tahun asal Desa Tegalarum, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, diserahkan oleh tiga anaknya yang mengaku tak lagi bisa merawat sang ibu.

Ketiga anaknya memberikan pernyataan tertulis yang ditandangani ketiga anaknya yang menyatakan bahwa Trimah (65), diserahkan ke Panti Lansia Griya Lansia Husnul Khatimah, yang berada di Dusun Baran, Desa Wajak, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

Baca juga: Ditaruh ke Panti Jompo, Kini Bu Trimah Dibelikan Emas oleh Crazy Rich Malang

Saat Okezone mengunjungi panti, penanggungjawab panti lansia bernama Nur Hadi Rahmat membenarkan, telah menerima Trimah, yang diserahkan oleh ketiga anaknya pada Selasa malam (26 /10/2021). Saat itu Trimah diantarkan oleh ketiga anaknya bersama keluarganya, dan tiba di Griya Lansia Husnul Khatimah, pada Selasa malam.

"Anaknya menyerahkan ke kami, jadi tiga orang itu sepakat menyerahkan ke kami katanya tidak bisa lagi merawat. Datang pada 6 hari dari hari ini, datangnya dini hari malam - malam," ucap Nur Hadi Rahmat, ditemui Okezone, Senin (1/11/2021).

Baca juga:  Meski Ditelantarkan 3 Anak, Ibu Trimah Tetap Berharap Bisa Kembali Berkumpul dengan Buah Hati

Nur Hadi mengaku, selain Trimah pihaknya juga menerima dua orang lansia lain yang bernama Martiin, dari Sepanjang, Kabupaten Sidoarjo dan Soetiyo dari Kabupaten Jombang.

"Anak - anaknya menyerahkan ke kami, dengan alasan kesibukan, dua orang satu dari Sidoarjo, yang satu dari Jombang, yang Jombang sudah meninggal, terakhir dari Magelang itu Bu Trimah," kata dia.

Penyerahan Trimah asal Magelang ini yang akhirnya viral beredar di media sosial. Oleh sang pemilik penyerahan perempuan berusia 65 tahun ke Panti Lansia, mendapat perhatian warganet.

"Kita bukan ingin memviralkan bukan, kita syiar yang pertama, agar di kemudian hari tidak ada lagi yang seperti ini. Kita ambil contoh saja, bukan berniat memviralkan, sama sekali tidak ada, tidak ada niatan itu. Harapan kami, mereka yang masih orang tuanya masih di sini, harapan kami bisa diambil lagi, karena apapun alasannya mereka ini orang tua, kalau yang disini rata - rata, yang temuan dari dinsos, ada yang ikut orang diserahkan ke kami," terangnya.

Dari tiga orang tua yang diserahkan anaknya lantaran diklaim tak sempat merawat, satu orang tua bernama Soetiyo berusia 88 tahun meninggal dunia, pada Jumat lalu. Sementara satu orang tua berjenis kelamin laki-laki, bernama Martiin, asal Sepanjang, Kabupaten Sidoarjo, menderita stroke parah hingga tak bisa melalui aktivitas apapun.

Sedangkan untuk Trimah, yang kisahnya viral beredar di media sosial juga menderita stroke, kendati masih bisa duduk. Tetapi perempuan dua bersaudara ini tak bisa berjalan dan berdiri, sehari-harinya ia dibantu oleh kursi roda yang didorong oleh para perawat di panti lansia.

"Yang Soetiyo Jumat kemarin meninggal, akhirnya ya dimakamkan di Mergan, Malang. Keluarganya juga tidak merawatnya, jadi semua kami yang urus sampai pemakamannya sesuai syariat islam," bebernya.

Nur, panggilan akrabnya mengaku di panti lansia ini ditempati setidaknya 60 orang kapasitas maksimal. Dimana para penghuni merupakan para lansia yang tidak terurus, baik yang ditemukan dari relawan dari Nurul Hayat, Sahabat Yatim Dhuafa Indonesia, dan Galena Resque, dan dinas sosial dari sejumlah daerah di Indonesia.

"Kapasitas maksimal 60, harus terlantar, atau kalau tidak, ditelantarkan sama keluarganya, terus bukan ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa), dan panti kami bukan panti komersial gratis 100 persen. Tetapi kiriman harus ada surat keterangan RT RW setempat, bahwa benar - benar terlantar. Kiriman dari dinsos (dinas sosial) berbagai daerah, Jombang, Kediri, Tuban, Tulungagung, hampir merata kalau Jawa Timur," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini