Tak Hanya Trimah, Ada Dua Lansia Diantarkan Anaknya ke Panti Jompo

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 02 November 2021 15:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 02 519 2495534 tak-hanya-trimah-ada-dua-lansia-diantarkan-anaknya-ke-panti-jompo-B9Y0mf7Elw.jpg Tak hanya Trimah, ada dua lansia yang ditelantarkan anaknya (Foto: Okezone)

MALANG - Trimah, lansia asal Magelang yang diserahkan keluarganya ke panti jompo Griya Lansia Husnul Khatimah Malang yang viral, ternyata bukan yang pertama.

Sebelum Trimah, pengelola panti jompo yang berada di Dusun Baran, Desa Wajak, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, terlebih dahulu menerima dua lansia, yang anaknya enggan merawatnya lagi.

Dua lansia ini bernama Martiin, asal Sepanjang, Kabupaten Sidoarjo, yang diserahkan 2 Agustus 2021 oleh dua orang anaknya ke panti jompo.

Sedangkan satu lansia lainnya yakni Soetiyo, asal Kabupaten Jombang, yang juga 'dibuang' oleh ketiga anaknya ke Griya Lansia Husnul Khatimah.

Ketua Yayasan Griya Lansia Husnul Khatimah Arief Camra menyatakan, selain satu lansia yang diserahkan pada Selasa 26 Oktober 2021 lalu dan viral beredar di media sosial. Pihaknya sebenarnya menerima dua orang lansia yang juga diserahkan oleh sang anak, lantaran tak sanggup lagi merawatnya.

Baca juga: Anak Trimah Angkat Bicara, Bantah Menelantarkan dan Sebut Ibunya Sering Buat Ulah

Mirisnya dari ketiga lansia ini sang anak sepakat bertandatangan menyerahkan perawatan, termasuk proses pemakaman saat meninggal. Artinya anak-anaknya tak mau memakamkan jasad orang tuanya.

Baca juga: Miris! Ibu Ditelantarkan 3 Anak di Panti Jompo karena Sibuk, Berikut 5 Faktanya

"Menandatangani surat untuk permohonan sekaligus penyerahan orang tua, dan apabila meninggal itu diserahkan ke kita, pada proses pemakamannya.

Jadi sebenarnya bukan kasus yang pertama, tetapi kasus yang ketiga di sini sudah ada Pak Martin dan Soetiyo," kata Arief Camra saat dikonfirmasi MNC Portal, pada Selasa (2/11/2021).

Dari ketiga orang ini, satu lansia telah meninggal dunia pada Jumat 29 Oktober 2021. Proses pemakaman Soetiyo asal Jombang yang berusia 88 tahun ini pun seluruhnya dilakukan oleh pengurus panti. Pihak keluarga bahkan tak hadir pada proses pemakaman, yang dilakukan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mergan, Malang.

"Kebetulan Pak Soetiyo sudah meninggal kemarin Jumat. Jadi yang dari Sepanjang (Sidoarjo) itu, dua anaknya bertanda tangan di depan Muspika, yang kedua anaknya tanda tangan diserahkan ke relawan, dan yang ketiga ini anaknya tanda tangan dan mengantarkan ke sini sendiri," tutur Arief.

Dari kedua lansia yang terbuang, yang memiliki kondisi cukup memprihatinkan adalah Martiin. Lansia berusia 59 tahun ini tak bisa melakukan aktivitas apapun karena menderita stroke berat. Kesehariannya Martiin hanya bisa berbaring di atas tempat tidurnya yang terletak di kamar 3 blok A.

Bahkan dari pantauan okezone di lapangan pada Selasa siang (2/11/2021), Martiin tak bisa makan dan minum sendiri. Ia harus dibantu oleh orang lain, untuk sekedar makan dan minum di atas tempat tidurnya.

Baca juga: Dibalik Kisah Viralnya Lansia yang Diserahkan Anaknya ke Panti Jompo

Sementara itu Penanggungjawab Griya Lansia Husnul Khatimah Nur Hadi Rahmat menyatakan, kondisi Martiin, lansia yang diserahkan anaknya memang cukup memprihatinkan. Sejak masuk ke Griya Lansia Husnul Khatimah, Martiin tak bisa melakukan aktivitas apapun karena stroke berat yang dideritanya.

Baca juga: Ditaruh ke Panti Jompo, Kini Bu Trimah Dibelikan Emas oleh Crazy Rich Malang

"Diantar sama relawan, diserahkan keluarga relawan tanda tangan, keluarga tidak mau merawat nggak mampu merawat. Stroke total, sudah tiga bulan di sini," ucap Nur Hadi.

Sehari-harinya Murtiin hanya bisa berbaring dan untuk makannya pun harus disuapi petugas panti. Pihaknya pun secara rutin mengontrol kesehatan Martiin lansia berusia 59 tahun dan tujuh orang lansia lain yang menderita stroke dan tak bisa melakukan aktivitas apapun, kecuali berbaring di atas kasur.

"Pak Martiin ini ada empat perawat yang ngelapi mandiin setiap hari, menyuapi juga, kita terapi pijat untuk yang stroke, ada relawan yang mijat seminggu sekali," ungkap Pak Nur, sapaan akrabnya.

Diakui Nur, selain Martiin pihaknya merawat sebanyak delapan lansia lainnya yang menderita stroke berat hingga tak bisa melakukan aktivitas apapun. Total ada 58 lansia yang kini menghuni Griya Lansia Husnul Khatimah ini.

"Ada delapan lansia yang stroke yang kondisinya sama (dengan Pak Martiin), kalau yang lainnya tua. Kalau yang tertua berusia 88 tahun, kemarin ada yang paling sepuh 101 tahun kemarin, sudah meninggal, yang sekarang 88 tahun yang tertua, tinggal 57, ini ketambahan satu dari Dinsos Kabupaten Malang asalnya Dampit, total jadi 58," imbuhnya.

Baca juga: Meski Ditelantarkan 3 Anak, Ibu Trimah Tetap Berharap Bisa Kembali Berkumpul dengan Buah Hati

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini