Eks Kepsek di Sukabumi Ditahan Terkait Korupsi Rp545 Juta

Dharmawan Hadi, iNews · Kamis 04 November 2021 03:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 04 525 2496367 eks-kepsek-di-sukabumi-ditahan-terkait-korupsi-rp545-juta-v1uT1a9FSs.jpg Eks Kepsek SMKN 4 Sukabumi berinisial DH ditahan Kejari (Foto: Dharmawan Hadi)

SUKABUMI - Mantan Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 4 Kota Sukabumi berinisial DH ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Sukabumi. Hal itu menyusul terungkapnya kasus dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana kunjungan industri yang bersumber dari orangtua peserta didik penerimaan tahun ajaran 2018/2019 di SMKN 4 Kota Sukabumi.

Kasi Intel Kejari Kota Sukabumi, Arif Wibawa menjelaskan, Tim Jaksa Penyidik Kejari Kota Sukabumi melanjutkan pemeriksaan terhadap DH selaku mantan Kepala SMKN 4 Kota Sukabumi. Hasil penyidikan terhadap kasus dugaan Tipikor dana kunjungan industri ini, terdapat bukti yang kuat sehingga DH ditetapkan sebagai tersangka.

"Ya, hasil pemeriksaan ditenukan bukti kuat sehingga DH ditetapkan tersangka,” ujar Arif kepada wartawan, Rabu (3/11/2021).

Baca Juga:  KPK Bentuk Direktorat Antikorupsi Badan Usaha, Cegah Rasuah di Sektor Swasta

Arif menambahkan, Tim Jaksa Penyidik berhasil mengungkap fakta perbuatan yang dilakukan tersangka DH yang memaksakan himpunan dana dari orangtua siswa dengan paksaan seakan kegiatan kunjungan industri merupakan kewajiban yang harus dipenuhi dengan konsekuensi ketidaklulusan siswa jika tidak dipenuhi.

“Di mana tujuan awal peruntukannya bagi kegiatan kunjungan industri siswa. Namun, pada akhirnya seluruh dana yang terhimpun sebesar Rp545 juta dipergunakan seluruhnya untuk kepentingan pribadi sehingga kunjungan industri siswa tidak pernah terealisasi,” ujar Arif.

Saat ini, DH telah dilakukan penahanan untuk 20 hari ke depan dengan pertimbangan objektivitas dan subjektivitas, guna memperlancar jalannnya pemeriksaan. “Saat ini, tersangka dilakukan penahanan di Rutan Polres Sukabumi Kota karena ruang isolasi di Lapas Kelas IIB Sukabumi sudah penuh,” cetusnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 12 hurup e Undang-undang Tipikor dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda maksimal 1 miliar serta Pasal 8 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp750 juta.

“Saat ini, kami masih mendalami kasus dugaan tindak pidana korupsi ini,” pungkasnya.

Baca Juga:  Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Halangi Penyidikan Korupsi LPEI

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini