Penyandang Dana Bom Solo Menangis Sejadi-jadinya saat Lakukan Permohonan Maaf

Agregasi Solopos, · Jum'at 05 November 2021 13:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 05 512 2497209 penyandang-dana-bom-solo-menangis-sejadi-jadinya-saat-lakukan-permohonan-maaf-eiwMf2nfyq.jpg Munir Kartono penyandang dana bom solo menangis (Foto: Solopos/Nicolous Irawan)

SOLO - Penyandang dana bom bunuh diri di halaman Mapolresta Solo pada 5 Juli 2016, Munir Kartono, meminta maaf kepada jajaran kepolisian dan seluruh masyarakat Kota Solo, Kamis (4/11/2021).

Permintaan maaf Munir disampaikan di Bale Tawangarum Balai Kota Solo disaksikan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

Selain itu, Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, Koorwil Deradikalisasi Bina Masyarakat BNPT Jawa Tengah M Arifin Bahtiar, dan Kasubdit Sosialisasi Direktorat Idensos Densus 88 Kompol Jin Briliant juga hadir di lokasi.

Hadir juga dalam acara itu Ipda Bambang Adi C, anggota Polresta Solo yang menjadi korban serangan teror bom bunuh diri 2016 silam. Saat kejadian teror, Bambang masih berpangkat Brigadir dan bertugas di Provost Polresta Solo. Namun sejak beberapa waktu terakhir Bambang ditugaskan di Satuan Narkoba Polresta Solo.

Munir yang mengenakan kemeja lengan panjang tidak dapat menahan air matanya saat menyampaikan permintaan maafnya atas peristiwa bom bunuh diri di Mapolresta Solo lima tahun lalu.

Suara laki-laki asal Bogor, Jawa Barat, itu bergetar ketika kalimat demi kalimat keluar dari mulutnya. Sesekali dia menyeka air matanya yang mengalir deras tak terbendung.

“Saya secara pribadi memohon kepada seluruh pihak untuk membukakan pintu maaf yang sebesar besarnya atas apa yang telah saya lakukan. Saya menyadari apa yang telah saya lakukan adalah sebuah kesalahan. Jadi saya mohon kepada semua pihak untuk sudi kiranya memaafkan apa yang telah saya lakukan,” tuturnya.

Munir juga menyampaikan ia datang ke Solo kali pertama sekira sembilan tahun lalu. Kedatangannya ke Kota Bengawan justru berakhir dengan sebuah perbuatan terkutuk yang akan selalu diingat masyarakat. Pendana bom bunuh diri di Mapolresta Solo itu sadar perbuatannya telah menyakiti banyak pihak dan membekas di hati dan pikiran warga Solo.

“Alhamdulillah, semasa dalam masa hukuman saya banyak menyadari, bahwa apa yang saya lakukan dan keterlibatan saya pada saat itu adalah sebuah kesalahan. Ini juga merupakan buah bantuan dari berbagai pihak sehingga saya menyadari yang saya lakukan adalah sebuah kesalahan,” urainya.

Munir mengungkapkan permintaan maafnya kepada masyarakat Solo dan jajaran Polresta Solo merupakan janji kepada diri sendiri sekian tahun lalu. Ia berterima kasih kepada semua pihak yang membantu mewujudkan janji itu.

“Alhamdulillah berbagai pihak membantu saya kemari, memenuhi janji saya,” sambung Munir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini