Misteri Tapaan Pengging: Harta Karun Gaib di Lokasi Bertapa Murid Syekh Siti Jenar

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 06 November 2021 06:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 05 512 2497313 misteri-tapaan-pengging-harta-karun-gaib-di-lokasi-bertapa-murid-syekh-siti-jenar-eNQiVq7MzM.jpg Situs Tapaan Pengging. (Foto: Blorakab)

JAKARTA - Situs Tapaan Pengging terletak di Dukuh Wadas, Desa Mojowetan, Kecamatan Banjarejo. Di areal ini, berdiri sebuah bangunan berbentuk pondasi, yang menurut perkiraan adalah sebuah pendopo Kerajaan Pengging.

Luas areal kurang lebih 3 ha dan berada dekat dengan pemakaman umum warga, tepatnya di depan SMP N 2 Banjarejo. Tempat ini terkait dengan seorang tokoh bernama Ki Ageng Pengging. Demikian dilansir dari laman Kabupaten Blora.

Legenda yang beredar di masyarakat setempat, dia adalah salah satu seorang pengikut Syekh Siti Jenar dengan ajaran Sufisme Manunggaling Kawula Gusti.

Baca juga: Pemburu Harta Karun Temukan 22 Keping Emas Zaman Pra-Viking, Beratnya 1 Kg


Baca juga: Berburu Harta Karun di Blora, Tiga Tempat Ini Dipercaya Tinggalkan Banyak Peninggalan Kuno

Ajaran tersebut dianggap keluar jalur oleh Wali Songo yang mengutamakan Syariat. Maka Sunan Kudus diutus untuk menasehati Ki Ageng Pengging untuk kembali ke syariat, tetapi ia tetap pada pendiriannya.

Karena merasa terdesak, Ki Ageng Pengging beserta pengikutnya melarikan diri ke arah timur selatan Demak, yaitu tepatnya di lokasi yang sekarang terkenal dengan nama Tapaan Pengging.

Ki Ageng Pengging mendirikan rumah tinggal sementara dan pertapaan. Nah, lokasi ini yang kemudian dikenal dengan Tapaan Pengging.

Tapaan itu berada di sekitar pohon sejenis pohon serut, yang sampai sekarang masih sering digunakan oleh warga sebagai tempat nyadran dan juga mencari wangsit.

Selain sebagai tempat semedi dan nyadran, di sini juga sering digunakan sebagai tempat pencarian harta karun dan barang antik secara gaib, dengan melakukan beberapa ritual.

Pernah ditemukan batu bata denganukuran lebar 30 cm, panjang 20 cm, dan tinggi 8 cm di kedalaman 30-50 cm.

Penemuan artefaktual lainnya adalah cawan (mangkok) bergambar dua ikan wader di kedalaman 20-30 cm; emas sebesar biji jagung; dan uang kuno, serta pada penelitian Puslitarkenas tahun 2010 disini banyak ditemukan keramik dari dinasti Tang dan Song (sekitar abad X). Sehingga diperkirakan situs ini merupakan pemukiman masa Klasik (Hindu-Budha).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini