Usai Survei Udara, BNPB Beberkan Penyebab Banjir Bandang di Batu

Dita Angga R, Sindonews · Sabtu 06 November 2021 18:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 06 519 2497746 usai-survei-udara-bnpb-beberkan-penyebab-banjir-bandang-di-batu-akcRDwXg3I.jpg Banjir bandang Kota Batu (Foto: Okezone.com/Avirista)

JAKARTA - Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan pagi ini telah melakukan survei udara bersama Walikota Batu untuk melihat penyebab terjadinya banjir bandang di Kota Batu. Seperti diketahui beberapa hari lalu banjir bandang menerjang Kota Batu menyebabkan 7 orang meninggal dunia.

“Pagi hari tadi kami dari BNPB mendampingi Ibu Walikota sudah melakukan peninjauan dari udara untuk melihat tidak hanya karakteristik kawasan terdampak tetapi untuk melihat kira-kira apa yang menjadi penyebab dari peristiwa banjir bandang di Kota Batu,” katanya dalam konferensi persnya, Sabtu (6/11/2021).

Dia mengatakan bahwa hulu aliran air sebenarnya merupakan Kali mati. Dimana pada musim hujan biasanya tidak berarti. Dimana untuk kondisi curah hujan yang tidak tinggi maka aliran air tak terlalu dominan.

Abdul menyebut di hulu terdapat sekitar 7 punggungan (bagian dari perbukitan atau pegunungan). Dari 7 punggungan tersebut 6 diantaranya terdapat alur lembah sungai. Namun memang di dekat area tersebut tidak ada pohon berakar kuat dan rapat. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya longsor.

“Sisi tebing ini tidak dilindungi vegetasi yang terlalu rapat, vegetasi berakar kuat dan akarnya mengikat tanah dan menyimpan air. Sehingga apa? Pada saat hujan intensitas tinggi terjadi longsor-longsor kecil yang kemudian menjadi bendung alam di aliran-aliran sungai tadi,” ungkapnya.

“Jadi aliran sungai di bawahnya tidak terlalu lebar. Itu mungkin 2 sampai 3 meter. Tapi kalau longsor-longsor ini di sepanjang tebing ini yang tidak hanya satu spot tapi di beberapa titik kemudian material longsor akan menutup badan airnya,” lanjutnya.

Baca Juga: Update Banjir Bandang di Kota Batu, BNPB: Jumlah Korban Meninggal Jadi 7 Orang

Dia mengatakan jika saat hujan intensitas tinggi maka badan aliran sungai yang tertutup tadi akan membendung aliran yang ada. Bahkan bendungan aliran ini tidak akan cukup kuat menahan intensitas hujan tinggi sehingga akhirnya jebol.

“Ini yang membawa material turun ke bawah. Nah material ini tidak cuma pasir dari longsoran tebing saja. Kita lihat gambar sebelah kanan. Itu juga ketika tebingnya longsor juga membawa pohon-pohon yang ada,” tuturnya.

Tidak hanya hanya di hulu saja, permasalahan juga ditemukan di sepanjang bantaran sungai. Dimana cukup banyak kebun-kebun semusim yang dibuat di lereng di tebing sungainya.

“Yang ketika hujan dengan intensitas tinggi ini kita lihat di gambar sebelah kiri seperti meleleh. Karena akar dari sayuran, akar dari tanaman semusim tidak mengikat tanah. Sehingga begitu hujan intensitas tinggi ini akan membawa saturasi sehingga tanah ini bisa turun ke bawah. Kontribusinya adalah ketika ada debit dari hulu sangat besar maka lelehan atau longsoran-longsoran di lokasi tengah dan hilir ini akan menambah kontribusi sedimen sehingga begitu sampai ke pemungkiman lumpurnya berkali-kali lipat,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini