Warga Bantul Budidaya Ayam Hias yang Diklaim Dapat Deteksi Gempa

Trisna Purwoko, iNews · Minggu 07 November 2021 10:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 07 510 2497947 warga-bantul-budidaya-ayam-hias-yang-diklaim-dapat-deteksi-gempa-Mzu2y2Tkzp.jpg Warga Bantul Dwi Susanto menunjukkan ayam hias ringneck pheasant yang diklaim dapat mendeteksi gempa. (iNews/Kuntadi)

BANTUL – Seorang warga Pereng Wetan, Argorejo, Sedayu, Bantul, Dwi Susanto, membudidayakan ayam hias jenis Ringneck Pheasant. Ayam tersebut diklaim dapat mendeteksi gempa bumi dan letusan gunung berapi.

Dwi Susanto telah membudidayakan ayam tersebut sejak 2012. Dari hobinya itu, ia dapat mengeruk keuntungan.

Dwi Susanto memiliki bayak koleksi ayam hias hingga merak dengan keindahan warna bulunya. Ayam tersebut ditempatkan di kandang yang berada di belakang rumahnya.

Awalnya Dwi Susanto membeli dua pasang asam ringneck dari teman sesama penghobi. Setelah dibudidayakan, ayam ini bisa bertelur hingga 60 butir dalam satu periode. Dari telur-telur inilah lahir anakan yang dipelihara di kendang polimer dari kawat.

“Perawatannya mudah, seperti memelihara ayam kampung biasa. Hanya kandang dibuat lebih menarik agar lebih indah dan bersih,” katanya, beberapa waktu lalu.

Ayam yang berasal dari China ini memiliki keindahan pada motif yang berbentuk seperti kalung di bagian lehernya. Ayam ini sudah tersebar di sejumlah negara karena keindahan bulunya. Ayam ini cukup diberi pakan pabrikan, ditambah sayur-sayuran, seperti kangkung, sawi, taoge, serta ulat hongkong atau jangkrik.

Baca Juga : BMKG: Gempa Susulan M3,7 Guncang Bolaanguki Sulut

Selain memiliki fisik yang indah, ayam ini dipercaya bisa mendeteksi terjadinya gempa bumi beberapa menit sebelum terjadi goncangan. Hal ini pernah dibuktikan pada 2014 ketika Gunung Kelud erupsi. Ayam-ayamnya berkokok keras membuat gaduh kandang sepanjang malam.

Dwi Susanto menjual ayam ini secara online dan offline. Ayam-ayam itupun sudah banyak terjual di beberapa daerah di Indonesia. Harga ayam ini bervariasi. Untuk anakan dijual sekitar Rp2-3 juta, sementara sepasang ayam dewasa dijual hingga Rp10 juta tergantung keindahan bulu dan kesehatannya.

“Sebulan itu bisa menjual sekitar tiga hingga tujuh pasang,” katanya.

Selain jenis Ringkeck, Dwi Dusanto membudidayakan ayam hias jenis Gold Pheasant. Bedanya, pada bagian bulu didominasi wargna emas dengan kombinasi merah, biru, dan kuning.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini