Kapolda Jateng Perintahkan Jajarannya Tindak Tegas Pelaku Premanisme

Tim Okezone, Okezone · Senin 08 November 2021 18:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 08 512 2498638 kapolda-jateng-perintahkan-jajarannya-tindak-tegas-pelaku-premanisme-0eYey8C0sR.jpg Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi (Ist)

SEMARANG - Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ahmad Luthfi menegaskan, kepatuhan terhadap aturan hukum berlaku bagi setiap warga negara. Kapolda menyatakan akan menertibkan siapa saja yang mengganggu ketenteraman masyarakat Jateng dan tak ragu memproses pelaku anarki ke ranah hukum.

Hal itu disampaikan Kapolda saat membuka Program Pembinaan dan Pemulihan Profesi terhadap Anggota Polri yang Sedang Menjalani Hukuman dan Masa Pengawasan Tahun 2021, di Pusdik Binmas, Banyubiru, Kabupaten Semarang, Senin (8/11) pagi.

Kapolda menyoroti, di tengah pandemi Covid-19 yang sudah melandai, Jawa Tengah masih dilanda beberapa konflik antarmasyarakat yang berujung pada pelanggaran hukum.

"Ada perkelahian ormas dengan ormas, ada aksi sweeping, pencegatan, dan pengamanan. Padahal secara hukum dan undang-undang, itu adalah kewenangan Polri," tutur Ahmad Luthfi.

Terhadap berbagai pihak yang melakukan pelanggaran pidana termasuk aksi premanisme, Kapolda menginstruksikan jajarannya untuk mengambil tindakan tegas.

"Harus diproses secara hukum, tidak ada negosiasi. Perlu tindakan terukur sesuai undang-undang agar para pelaku jera. Kita wajib melindungi masyarakat agar kamtibmas Jateng terjaga," katanya.

Terkait anggota Polri yang melakukan pelanggaran, Kapolda menegaskan akan memproses sesuai prosedur yang berlaku. Bagi anggota yang melakukan pelanggaran disiplin tiga kali maka akan langsung disidang kode etik.

Baca Juga : Kapolda Jateng: Anggota Polri Tak Boleh Sombong, Harus Ramah dan Melayani Masyarakat

Menjadi anggota Polri, Kapolda menjelaskan, adalah amanat masyarakat yang harus diemban secara baik. Setiap atribut yang dipakai anggota Polri merupakan representasi hukum dan harus ditaati setiap anggota.

Menurut Kapolda, anggota yang melanggar merupakan penyakit bagi organisasi. Diharapkan, anggota yang tengah dibina dan direhabilitasi saat ini untuk segera berubah.

Organisasi Polri, lanjutnya, perlu didukung anggota berkarakter baik. Semakin bagus performa anggota, kemampuan organisasi dalam melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat juga semakin bagus. Keteladanan anggota Polri dalam bertugas sangat penting agar tingkat kepercayaan masyarakat kepada Polri semakin tinggi.

"Bagi Anda yang saat ini sedang dibina karena telah melakukan pelanggaran disiplin, jadikan ini pelajaran dan jangan diulangi," ungkap Kapolda yang disambut teriakan siap para peserta pembinaan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini