182 Rumah Terendam Banjir di Karawang, BNPB Minta Warga Terus Waspada Cuaca Buruk

Tim Okezone, Okezone · Selasa 09 November 2021 19:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 09 525 2499266 182-rumah-terendam-banjir-di-karawang-bnpb-minta-warga-terus-waspada-cuaca-buruk-4yRGMi7reA.JPG Banjir di Karawang (Foto: BNPB)

KARAWANG - Hujan lebat memicu meluapnya Sungai Cibeet yang menyebabkan banjir di Kabupaten Karawang, Senin (8/11) pukul 06.30 WIB. Banjir yang terjadi di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjame Barat ini merendam 182 unit rumah serta fasilitas lainnya, antara lain dua unit fasilitas ibadah dan satu unit fasilitas pendidikan. Terdapat 561 jiwa yang terdampak peristiwa ini.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Karawang telah melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan evakuasi warga terdampak. BPBD setempat turut melaporkan kondisi mutakhir saat ini banjir telah berangsur surut.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini hujan yang disertai kilat/petir dan angin kencang antara siang hingga malam hari pada tanggal 9 sampai 11 November 2021 di Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabuapten Karawang, Kabupaten Subang, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten dan Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Garut, Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar, Kota dan Kabupaten Cirebon serta Kabupaten Indramayu.

Kajian inaRISK juga menunjukkan bahwa Kabupaten Garut memiliki potensi bahaya banjir bandang pada tingkat sedang hingga tinggi yang berdampak pada 40 kecamatan. Sedangkan Kabupaten Karawang memiliki potensi bahaya banjir pada tingkat sedang hingga tnggi yang berdampak pada 30 kecamatan.

Merespon hal ini, BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah di tengah dampak La Nina yang melanda sebagian wilayah Indonesia.

Masyarakat dan pemerintah daerah setempat dapat melakukan upaya mitigasi dengan pembersihan saluran dan daerah resapan air, peninjauan kondisi serta pembersihan berkala fasilitas umum maupun pemukiman warga yang terletak di daerah berpotensi banjir, giat susur sungai oleh para ahli serta memantau prakiraan cuaca melalui BMKG dan potensi bencana di wilayah sekitar tempat tinggal melalui inaRISK.

Pada saat tanggap darurat, masyarat juga dapat mengikuti instruksi pemerintah daerah setempat terkait giat penanganan bencana serta waspada terhadap aliran listrik dan genangan maupun aliran air yang memasuki tempat tinggal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini