Polisi Periksa Danu dan Yoris 8 Jam, Ini yang Ditanyakan Penyidik

Yudy Heryawan Juanda, iNews · Kamis 11 November 2021 12:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 11 525 2500141 polisi-periksa-danu-dan-yoris-8-jam-ini-yang-ditanyakan-penyidik-R1T8u6j88L.jpg Polisi periksa Danu dan Yoris terkait pembunuhan ibu dan anak di Subang (Foto: istimewa)

SUBANG - Polres Subang terus menyelidiki kasus pembunuhan ibu dan anak di Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Nyaris tiga bukan peristiwa pembunuhan terhadap Tuti Suhartini, dan Amalia Mustika Ratu telah berlalu. Namun, polisi belum berhasil menangkap pelaku.

Polisi kembali memeriksa Muhammad Ramdanu alias Danu, dan Yoris Raja Amarullah. Keduanya diperiksa hingga 8 jam guna menceritakan kronologi aktivitasnya pada 16-18 Agustus 2021 lalu.

"Danu dan Yoris juga tidak banyak pernyataan hanya membuat kronologis di tanggal 16, 17, 18 untuk Danu dan 17, dan 18 untuk Kang Yoris," ujar Achmad Taufan, kuasa hukum Yoris dan Danu, Kamis (11/11/2021).

Dia menambahkan bahwa kliennya tidak banyak memberikan pernyataan kepada penyidik.

Baca juga: Fakta Baru Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang: Yosef Masuki TKP Sehari Pascakejadian

Dia pun mendorong agar Banpol juga diperiksa guna mengetahui siapa yang memerintahkannya masuk ke TKP pembunuhan. "Kalau untuk Banpol dipernyataan penyidik tidak ada dan terkait Banpol harapan kami diperiksa," ujarnya.

Baca juga: Danu Kembali Diperiksa, Ungkap Misteri Penemuan Gunting di TKP Pembunuhan Subang

Sebelumnya, dalam pemeriksaan tersebut terungkap fakta baru, yakni suami korban, Yosef sempat memasuki TKP bersama adiknya, Mulyana. Kuasa hukum Danu dan Yosir, Achmad Taufan mengatakan, keduanya datang pada Kamis 19 Agustus 2021 sore, atau sehari setelah kejadian pembunuhan.

"Yosef dan Mulyana jelas-jelas masuk ke dalam TKP, bahkan mengambil suatu barang sehari pasca kejadian pembunuhan. Hal tersebut disaksikan oleh Yoris yang berada di luar rumah, untuk mengambil mobil milik korban," tutur Achmad Taufan.

Achmad Taufan juga menyesalkan atas pernyataan kuasa hukum Yosef, yang mengatakan bahwa Danu harus segera ditetapkan sebagai tersangka karena masuk dan mencuci bak mandi penuh darah.

"Tindakan Danu tersebut atas perintah Banpol, yang saat kejadian Danu menyangka adalah petugas kepolisian. Bahkan yang membuka kunci TKP adalah Banpol tersebut," tegasnya.

Baca juga: Siapa Sosok Misterius Perintahkan Banpol Kuras Bak Mandi Berlumuran Darah Tuti dan Amalia?

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini