Usai Divaksin Covid-19, Kulit Siswi SMP Melepuh dan Bernanah

Jufri Tonapa, iNews · Kamis 11 November 2021 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 11 609 2500253 usai-divaksin-covid-19-kulit-siswi-smp-melepuh-dan-bernanah-7nJ0QtNLsJ.jpg Kulit siswi SMP melepuh dan bernanah usai divaksin (Foto: Jufri Tonapa)

SULSEL - Diduga efek vaksin Covid-19, seorang pelajar putri sekolah menengah pertama (SMP) di Tana Toraja, Sulawesi Selatan mengalami kulit melepuh dan bernanah di sekujur tubuhnya pasca divaksin Covid-19 tahap pertama.

Salsabilah (14), remaja asal Tokaluku, Kelurahan Bombongan, Makale mengalami kondisi penyakit tak biasa berupa kulit melepuh sekujur tubuh pasca menerima suntikan vaksin Covid-19. Selain kulit yang melepuh, kondisi tubuh Salsabila juga lemah tak bisa banyak bergerak. Dia hanya berbaring di tempat tidur.

Baca Juga:  Dokter Reisa: 416 Juta Suntikan Lagi Indonesia Capai Target Vaksinasi Covid-19

Diketahui, Salsabila menerima vaksin Covid-19 pada 16 September 2021 di SMPN 1 Tana Toraja. Tiga hari setelah vaksin, Salsabila mulai merasakan gejala berupa bintik-bintik merah hingga akhirnya kulitnya melepuh dan bernanah di sekujur tubuh.

Sementara itu, Salsabila yang telah duduk di kelas tiga SMP di Tana Toraja terpaksa tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolahnya, akibat sakit yang dideritanya. Bahkan, ia sudah sebulan tidak masuk sekolah dan tidak dapat mengikuti ujian.

"Ada bintik merah di badannya, dia pergi ke sekolah karena mau semester, satu minggu kemudian tidak masuk sekolah karena sudah parah," ujar Ernawati, orangtua Salsabila.

Meski sempat dibawa oleh petugas vaksinator dan tim dokter dari Puskesmas Makale ke Rumah Sakit Sinar Kasih Makale dan dirawat selama 3 minggu, namun kondisi Salsabila hingga sekarang tidak kunjung pulih. Kondisi ekonomi keluarga Salsabila pun juga tidak mampu dan tidak dapat membiayai pengobatan.

Baca Juga:  5 Fakta Anak 6-11 Tahun Bisa Vaksin Covid-19, Seberapa Amankah?

Pihak Dinas Kesehatan Tana Toraja yang dikonfirmasi terkait kasus tersebut membenarkan akan kejadian tersebut dan akan terus berkoordinasi dengan pihak provinsi dan pusat terkait kasus tersebut.

"Dari Dinas Kesehatan masih dalam pengkajian, sebenarnya setelah divaksin itu gejala muncul tiga hari setelah divaksin, jadi bisa jadi karena faktor lain, tapi bisa juga karena vaksin, karena itu masih dikaji," kata Kepala Dinas Kesehatan Tana Toraja, Ria Minolta Tanggo.

 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini