Kasus Istri Marahi Suami Mabuk, Jaksa Agung Mutasi Aspidum Kejati Jabar

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Kamis 18 November 2021 10:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 18 525 2503615 kasus-istri-marahi-suami-mabuk-jaksa-agung-mutasi-aspidum-kejati-jabar-83b9vieWi8.jpg Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak. (Ist)

BANDUNG - Jaksa Agung, ST Burhanudin memutasi Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat, Dwi Hartanta. Sebelumnya, Dwi Hartanta dinonaktifkan buntut kasus istri marahi suami mabuk

Mutasi itu untuk mendukung upaya pemeriksaan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) buntut kasus istri yang dituntut satu tahun penjara karena memarahi suaminya yang kerap mabuk di Kabupaten Karawang.

Keputusan mutasi sesuai Surat Keputusan Jaksa Agung per 16 November 2021. Jaksa Agung memutasi Dwi Hartanta menjadi Jaksa Fungsional di Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan di Jakarta.

"(Sebagai) anggota satuan tugas khusus penyusunan kebijakan strategis," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangannya, Kamis (18/11/2021).

Jabatan Aspidum Kajati Jabar kemudian diisi pelaksana tugas atau Plt. Jabatan ini diisi oleh Riyono yang saat ini masih menjabat Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jabar.

"(Plt) sampai dengan adanya pejabat definitif yang diangkat oleh Jaksa Agung," kata Leonard.

Ia menegaskan, mutasi dilakukan sebagai bentuk pelaksanaan pemeriksaan yang dilakukan Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Kejagung setelah Dwi Hartanta terseret kasus tersebut.

"Mutasi ini merupakan bentuk pelaksanaan mutasi diagonal yang dilaksanakan dalam rangka proses pemeriksaan fungsional Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung," katanya.

Baca Juga : Kasus Istri Marahi Suami Mabuk, Kejati Jabar Telusuri Prosedur Penanganan Perkaranya

Sebagaimana diketahui, penanganan kasus ini berbuntut panjang. Bahkan, Kejagung mendapatkan temuan dugaan pelanggaran dalam proses penanganan kasus dengan terdakwa ibu dua anak, Valencya alias Nengsy Lim itu.

Hal itu membuat Jaksa Agung mengambil sikap. Kejagung kemudian melakukan eksaminasi khusus dengan beberapa temuan dugaan pelanggaran, mulai dari ketidakpekaan jaksa dalam penanganan kasus, tidak mengikuti pedoman dalam penuntutan, tak menjalani pedoman perintah harian Jaksa Agung, hingga pembacaan tuntutan yang ditunda selama empat kali.

Kini, penanganan kasus itu diambil alih oleh Kejagung dengan menunjuk tim Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum.

"Penanganan perkara terdakwa Valencya alias Nancy Lim dan juga terdakwa Chan Yu Ching akan dikendalikan langsung oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum karena hal ini telah menarik perhatian masyarakat dan pimpinan Kejaksaan Agung," kata Kapuspenkum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangannya, Senin (15/11/2021).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini