Kawasan Geopark Ciletuh Sukabumi Terendam Banjir, Ketinggian Air Mencapai 1 Meter

Dharmawan Hadi, iNews · Sabtu 20 November 2021 03:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 20 525 2504656 kawasan-geopark-ciletuh-sukabumi-terendam-banjir-ketinggian-air-mencapai-1-meter-gwAzcJD6y1.jpg Banjir di Sukabumi. (Foto: Dharmawan Hadi)

SUKABUMI - Hujan deras dengan intensitas tinggi, kembali menyebabkan bencana banjir di wilayah Kecamatan Ciemas. Bahkan, akses lalu lintas di wilayah yang masuk pada kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu lumpuh total karena terendam genangan air setinggi lutut orang dewasa hingga satu meter.

Plt Camat Ciemas, Gingin Ginanjar Permana mengatakan, bencana banjir yang terjadi sejak Kamis (18/11/2021) malam itu, terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras.

"Barusan saya bersama petugas gabungan sudah blusukan ke lokasi banjir dan airnya memang belum surut-surut," kata Gingin kepada wartawan, Jumat (19/11/2021).

Dia bersama Muspika Ciemas meninjau lokasi banjir. Diktahui, berhektare lahan pesawahan di kawasan Sawah Lega yang lokasinya berbatasan dengan Desa Ciwaru dan Desa Tamanjaya dan Desa Mekarsakti, Kecamatan Ciemas, terendam.

"Iya, kalau air yang merendam lahan pesawahan itu, ada sekitar 1 meter lebih (tinggi banjir),” ujarnya. 

Setelah itu, rombongan Muspika Kecamatan Surade langsung kembali melakukan peninjauan ke titik lokasi Jembatan Kisohir yang menghubungkan Desa Mandrajaya ke desa lainnya yang berada di wilayah Kecamatan Ciemas. 

"Memang banyak titiknya bencana banjir di wilayah Kecamatan Ciemas ini. Dan dampak dari banjir itu, telah menghambat akses mobilitas. Di antaranya di wilayah Desa Mandrajaya, Mekarsakti, Tamanjaya yang berbatasan dengan Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas," ujar Gingin menambahkan. 

Baca juga: Hujan Deras, 300 Rumah Warga Aceh Timur Terendam Banjir

Lebih lanjut ia menjelaskan, sewaktu melakukan peninjauan ke lokasi bencana, Muspika Kecamatan Ciemas tengah berupaya maksimal untuk mencoba melakukan upaya preventif langsung ke lokasi terdampak. Menurutnya, penanganan ini perlu melibatkan seluruh stakehoalder. 

"Makanya, kami terus melakukan koordinasi baik dengan pihak BPBD maupun dengan pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi. Lantaran, persoalan banjir ini menjadi langganan setiap musim penghujan," sambungnya.

Untuk itu, setelah melakukan peninjauan ke lokasi bencana, dirinya mengaku langsung melaporkan kejadian bencana alam itu kepada pimpinan daerah Kabupaten Sukabumi.

"Sudah saya laporkan hal ini kepada Bapak Bupati Sukabumi, Marwan Hamami. Tentu harapan kami adanya tindakan pemerintahan secara berkelanjutan agar banjir ini, tidak terulang kembali," ucapnya. 

Sementara itu, Sekretaris pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Anita Mulyani menjelaskan, berdasarkan laporan dari Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Kecamatan Ciemas pada pukul 08.20 WIB, bahwa terdapat beberapa titik lokasi yang terdampak banjir di wilayah Kecamatan Ciemas. 

"Yang terdampak adalah Jembatan Cidahon dan Jembatan Cikalong sementara jalur Jalan Provinsi yang menghubungkan Desa Mekarsakti dengan Desa Ciwaru masih bisa dilewati baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat," ujar Anita. 

Sementara, titik banjir di Kampung Ranca Salak atau jembatan Kisohir masih bisa dilewati baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat dan titik banjir di Kampung Cikoneng atau Cikoang, Desa Tamanjaya, jalan kabupaten yang menghubungkan jalan antara Desa Tamanjaya dengan Desa Ciwaru air mencapai lutut orang dewasa. 

"Nah, kalau lokasi banjir di titik ini belum bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat," jelas Anita.  

Sedangkan dititik lokasi banjir jembatan Citamiang yang merupaka jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Mekarsakti dengan Desa Mandrajaya tidak bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat dan titik banjir di Kampung Bantar Panjang dan Kampung Citangkil, Desa Mandrajaya masih tergenang air serta di titik banjir di Kampung Sidat, Desa Ciwaru masih tergenang air. 

"Saat ini, petugas gabungan masih berada di lokasi bencana. Ini dilakukan sebagai salah satu bentuk upaya untuk mengantisipasi atau deteksi dini dalam meminimalisir terjadinya resiko bencana alam," pungkasnya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini