Ramalan Jayabaya, Gunung Slamet dan Pulau Jawa Terbelah

Agregasi Solopos, · Senin 22 November 2021 16:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 22 512 2505695 ramalan-jayabaya-gunung-slamet-dan-pulau-jawa-terbelah-7EsVIYi7tj.jpg Gunung Slamet. (Foto: Antara)

PURBALINGGA - Gunung Slamet diselimuti mitos yang menyebar di kalangan warga sekitar. Salah satu yang paling populer adalah Pulau Jawa akan terbelah jika Gunung Slamet meletus.

Salah satu yang paling terkenal adalah Ramalan Jayabaya dari seorang Raja Kediri di masa lalu mengatakan Pulau Jawa akan terbelah untuk kali kedua. Ramalan itu dikaitkan dengan aktivitas vulkanik di Gunung Slamet yang berada di lima kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Brebes, Banyumas, Purbalingga, Pemalang, dan Tegal.

Bahkan, mitos itu pun sampai saat ini masih diyakini warga sekitar lereng Gunung Slamet. Terlebih lagi, gnung dengan ketinggian 3.428 meter itu berada nyaris di tengah-tengah antara pantai utara dan selatan Jawa.

Dipercayai jika Gunung Slamet meletus, maka Pulau Jawa akan menciptakan parit yang menyatukan pantai utara dan selatan Jawa. Cerita ini sudah lama berkembang di warga Banyumas dan sekitarnya yang dikaitkan dengan ramalan Jayabaya.

Baca juga: 3 Fakta Gunung Prau, Pintu ke Alam Gaib hingga Persemayaman Dewa

Mereka meyakini mitos yang menyebutkan Pulau Jawa akan terbelah jika Gunung Slamet meletus. Meski demikian, sampai saat ini mitos tersebut belum dapat dibuktikan secara nyata.

Berdasarkan penelusuran sumber Solopos.com, Gunung Slamet cukup populer di kalangan pendaki meski medannya cukup sulit.

Kaki gunung itu terletak di kawasan wisata Baturraden yang menjadi andalan Kabupaten Banyumas. Sebagaimana gunung api lainnya di Pulau Jawa, Gunung Slamet terbentuk akibat subduksi lempeng Indo-Australia pada lempeng Eurasia di selatan Pulau Jawa. Retakan pada lempeng membuka jalur lava ke permukaan.

Gunung ini sempat meletus pada 1999 dan sering mengalami erupsi kecil. Pada Maret 2014 status gunung ini menjadi waspada. Berdasarkan data PVMBG aktivitas Gunung Slamet masih fluktuatif.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini