Yana Penyebar Hoaks Jadi Tersangka Namun Tak Ditahan, Ini Kata Polisi

Tim Okezone, Okezone · Senin 22 November 2021 14:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 22 525 2505607 yana-penyebar-hoaks-jadi-tersangka-namun-tak-ditahan-ini-kata-polisi-2FwFWiurzs.jpg Yana Supriatna. (Foto: Istimewa)

BANDUNG Yana Supriatna tak ditahan meski telah ditetapkan sebagai tersangka kasus hoaks atau berita bohong. Yana dijerat Pasal 14 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang penyebaran berita bohong atau kabar yang membuat keonaran dengan ancaman tiga tahun penjara.

Yana terjerat kasus hukum karena membuat geger masyarakat dengan kabar kehilangannya yang misterius di kawasan Cadas Pangeran, Kabupaten Sumedang.

Penetapan tersangka dilakukan oleh Polres Sumedang setelah melakukan pemeriksaan intensif dan gelar perkara terhadap pria berusia 40 tahun itu.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago mengatakan, penetapan tersangka didasari alasan bahwa warga Kabupaten Sumedang itu telah membuat onar publik dan menyebarkan berita bohong atau hoaks.

Lebih lanjut Erdi mengatakan, meski resmi menyandang status tersangka, namun pegawai di salah satu kantor notaris di Kota Bandung itu tidak ditahan mengingat ancaman hukumannya di bawah lima tahun.

"Enggak ditahan karena di bawah lima tahun," terang Erdi.

Baca juga: Yana Supriatna Jadi Tersangka, Tersangkut Pasal Penyebaran Berita Bohong

Sebelumnya, masyarakat digegerkan kabar hilangnya seorang pria bernama Yana Supriatna di Jalan Cadas Pangeran, Kabupaten Sumedang. Usut punya usut, pria berusia 40 tahun, warga Sumedang yang dikabarkan hilang secara misterius ternyata ditemukan dalam keadaan sehat walafiat di Kabupaten Cirebon.

Sebelum dikabarkan hilang misterius, Yana sempat mengirim pesan suara kepada istrinya. Pada pesan suara pertama, Yana mengabarkan sedang menunaikan salat Isya dan ada orang tak dikenal menumpang motornya.

"Ayah solat dulu di Simpang, solat isya. Kebetulan ada orang Sumedang juga, nebeng ikut sama Ayah," kata Yana dalam pesan suaranya.

Kemudian, pada rekaman kedua yang dikirim terdengar Yana merintih seakan menahan sakit. Dia pun mengucap kata dalam bahasa Sunda, tapi tak terdengar jelas kata. Kini, ponsel yang digunakan oleh Yana tak bisa dihubungi lagi.

"Gusti, saya kira bukan orang jahat," demikian terjemahan ke dalam bahasa Indonesia dalam pesan suara Yana itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini