Konflik Kian Memanas, Rusia Siapkan 100.000 Tentara Serang Ukraina

Susi Susanti, Okezone · Selasa 23 November 2021 15:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 23 18 2506208 konflik-kian-memanas-rusia-siapkan-100-000-tentara-serang-ukraina-GsYn1x20lv.jpg Rusia diklaim siapkan 100.000 tentara serang Ukraina (Foto: Daily Star)

UKRAINA - Menurut kepala intelijen Ukraina, Rusia sedang merencanakan invasi besar-besaran ke Ukraina di sepuluh front yang dapat dimulai pada akhir Januari, yang memicu kekhawatiran Perang Dunia Ketiga.

Brigadir Jenderal Ukraina Kyrylo Budanov, yang menjalankan intelijen di Kiev, telah memperingatkan bahwa Putin sedang mempersiapkan sekitar 100.000 tentara untuk serangan itu.

Ukraina telah memetakan dengan tepat bagaimana invasi akan terjadi, dengan serangan udara yang melibatkan 3.500 pasukan terjun payung.

Persiapan untuk serangan udara, pemboman artileri, pendaratan amfibi, dan serangan darat di sepuluh lokasi berbeda, termasuk negara tetangga Belarusia, juga dikatakan sedang berlangsung.

Intelijen Ukraina juga menuduh Rusia memiliki 94.000 tentara, 1.200 tank, 1.600 artileri, 330 pesawat, 75 kapal perang, dan enam kapal selam di wilayah tersebut.

Baca juga: Siap Perang, Ukraina Beli Senjata Baru hingga Kapal Rudal Total Rp32 Triliun

Berbicara kepada The Military Times, Budanov memperingatkan bahwa konflik apa pun akan lebih menghancurkan daripada apa pun yang terlihat antara kedua negara dalam tujuh tahun terakhir.

Dia menolak gagasan bahwa cuaca dingin dapat menunda serangan, dengan mengatakan "tidak masalah bagi kami dan Rusia", dan memperkirakan itu akan terjadi pada akhir Januari atau awal Februari tahun depan.

 Baca juga: AS Peringatkan Manuver Militer Rusia Dekat Perbatasan Ukraina

Dia juga mengatakan bahwa Putin akan mencoba menjatuhkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dengan memicu kerusuhan di negara itu.

"Mereka ingin membuat situasi di dalam negeri semakin berbahaya dan sulit dan membuat situasi di mana kita harus mengubah pemerintahan,” terangnya.

"Jika mereka tidak bisa melakukan itu, maka pasukan militer akan melakukan pekerjaan mereka,” lanjutnya.

Ini terjadi setelah kekhawatiran muncul pada April lalu ketika rekaman media sosial muncul untuk menunjukkan gerakan militer Rusia skala besar di daerah yang dekat dengan Ukraina timur yang dikuasai pemberontak dan mencaplok Krimea.

"Krisis ini berpotensi meningkat menjadi perang pan-Eropa, jika bukan perang dunia,” terang Pavel Felgenhauer, seorang ahli militer Rusia.

Sementara itu, para pejabat Rusia telah mencap laporan terbaru hanya sebagai "histeria", tetapi Kiev menegaskan bahwa Putin telah mengarahkan 40 "kelompok taktis batalyon" (BTG) ke perbatasan.

BTG biasanya dikerahkan dengan misi khusus oleh Angkatan Darat Rusia.

Juru bicara Vladimir Putin Dmitry Peskov memberikan pernyataan pada Minggu (21/11) terkait hal itu.

“Orang-orang yang menuduh kami melakukan semacam aktivitas militer yang tidak biasa di wilayah kami sendiri adalah mereka sendiri yang mengirim angkatan bersenjata mereka dari seberang lautan,” terangnya.

"Maksud saya Amerika Serikat. Itu tidak terlalu logis dan tidak terlalu layak,” lanjutnya.

Diketahui, Ukraina sudah menyalahkan Rusia atas protes kelompok anti-vaksin yang sedang berlangsung dan krisis perbatasan dengan Belarusia.

Pekan lalu, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin bertemu dengan para pejabat Ukraina di Washington di tengah laporan bahwa intelijen AS mendukung penilaian Ukraina atas situasi tersebut.

"Kami tidak yakin persis apa yang Tuan Putin lakukan,” ujarnya.

“Tetapi gerakan-gerakan ini tentu mendapat perhatian kita. Dan saya akan mendesak Rusia untuk lebih transparan tentang apa yang mereka lakukan untuk mengambil langkah-langkah untuk memenuhi perjanjian Minsk,” ungkapnya.

Ada juga laporan bahwa para pejabat di Inggris semakin prihatin dengan komentar dari Eropa Timur.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini